IPB Evaluasi Dampak Pendidikan Keuangan Citi Peka dan PPSW di 6 Provinsi - Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Miskin di Indonesia

NERACA

Belum lama ini Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Perempuan Miskin untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia”, di Jakarta. Seminar ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan hasil penelitian Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap dampak program Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang yang telah dilaksanakan oleh PPSW dan Citi Indonesia melalui Citi Peka (PEduli dan BerKArya), unit CSR Citibank Indonesia.

Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang PPSW dan Citi Peka bermuara dari hasil survei cepat pada awal tahun 2011 yang dilakukan oleh PPSW dan Pusat Studi Kelanjutusiaan UI kepada 350 perempuan miskin berusia matang (40 tahun atau lebih) di 6 propinsi: Aceh, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat, yang menunjukkan bahwa 80% dari responden tidak memiliki pengetahuan mengenai perencanaan keuangan dan jaringan pengaman keuangan untuk menghadapi masa tuanya.

Hampir tiga tahun kemudian, Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang telah menjalankan program pendidikan kepada 1.022 perempuan miskin berusia matang dari 3 angkatan di 6 provinsi. Oleh karena itu, untuk mengetahui dampak pendidikan keuangan tersebut, sebanyak 777 peserta dianalisis kembali oleh peneliti IPB.

Hasil penelitian IPB menyebutkan 44,1% responden telah membuat rencana keuangan, 37,5% responden mampu membuat rencana usaha ekonomi produktif dan 56,7% perempuan miskin telah mandiri dan optimis menghadapi hari tua dengan berbagai usaha yang dilakukan termasuk dalam mengakses jaminan sosial baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

Dr. Ir. Herien Puspitawati, MSc, peneliti IPB menuturkan bahwa program pendidikan keuangan yang dilaksanakan oleh PPSW dan Citi Peka telah memberikan dampak nyata terhadap tingkat melek keuangan para peserta yang tersebar di 6 provinsi. Namun kesejahteraan kaum perempuan di berbagai daerah tersebut masih menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah rendahnya akses ke fasilitas jaminan sosial.

“Oleh karena itu, selain untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh IPB, seminar ini juga bertujuan untuk mencari mitra strategis yang dapat bekerjasama dengan PPSW dalam menghadirkan layanan jaminan sosial untuk kelompok perempuan miskin,” kata dia.

Pelaksanaan jaminan sosial saat ini masih belum menyeluruh untuk masyarakat Indonesia, terutama masyarakat marjinal dan rentan. Perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial, terutama mengingat angka harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibandingkan pria.

“Citibank Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk mendukung berbagai program pendidikan keuangan yang ditujukan kepada lapisan masyarakat dengan segmen yang beragam. Hasil penelitian IPB sangat bermanfaat bagi kami dalam merumuskan program pendidikan keuangan di masa depan bersama PPSW.Hal ini sejalan dengan tujuan CSR Citi, yakni masyarakat yang memiliki pengetahuan serta akses atas lembaga keuangan sehingga masyarakat Indonesia bisa maju dan berkembang. Untuk mewujudkannya, Citi akan terus bekerjasama dengan mitra-mitra strategisnya,” kata Director, Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Agung Laksamana.

Related posts