Kuartal III, Laba BCA Capai Rp 10,4 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih pada kuartal ketiga 2013 sebesar Rp10,4 triliun atau naik 25,2% dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp8,3 triliun. Selain itu, pendapatan bunga bersih meningkat 24,7% menjadi Rp19,1 triliun yang ditopang oleh yield aktiva produktif yang lebih tinggi dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendapatan opesional meningkat 23,6% menjadi Rp24,5 triliun pada sembilan bulan pertama 2013 dari Rp19,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2012,”Peningkatan dana rekening transaksi berhasil mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga. Dana rekening transaksi naik 13,3% dibandingkan sebelumnya mencapai Rp322,2 triliun”, jelas dia di Jakarta, Rabu (30/10).

Hal ini mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11,9% menjadi Rp400,4 triliun pada September 2013 dan saldo CASA berkontribusi lebih dari 80% terhadap total dana pihak ketiga. Sementara itu, dana deposito naik 6,6% menjadi Rp78,2 triliun pada September 2013 dari sebelumnya Rp73,4 triliun.“Ditengah situasi sekarang ini dimana banyak tantangan yang menandai perlambatan pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi yang lebih tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah, likuiditas dan permodalan kami masih kokoh”, ujarnya

Tidak hanya itu, BCA juga mencatat marjin bunga bersih (NIM) naik sebesar 62 bps dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi 6%. Pendapatan operasional lainnya tumbuh 19,7% menjadi Rp5,4 triliun yang didukung kenaikan pendapatan provisi dan komisi sebesar 18,0%.

Selain itu, perseroan mengakui tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit dimana hal tersebut memungkinkan perseroan membukukan pertumbuhan kredit yang berkualitas. Rasio kredit bermasalah (NPL) secara gross tercatat pada level 0,5% dan rasio cadangan terhadap kredit bermasalah sebesar 378,4%. “Kualitas aset di setiap segmen tetap terjaga sehingga periode kuartal ketiga, dengan membukukan CAR 15,8%. selain itu, posisi secondary reserves tercatat Rp62 triliun atau lebih tinggi dari posisi Juni 2013”, katanya.

Kemudian untuk kredit di semua segmen tumbuh 25,8% menjadi Rp299 triliun hingga September 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp237,7 triliun. Rasio dana pihak ketiga (LDR) meningkat 73,9% dari 65,7% pada periode September 2013. Kredit konsumer juga mengalami kenaikan 30,1% menjadi Rp85,1 triliun yang ditopang oleh kinerja kredit pemilikan rumah (KPR).“Perseroan optimis di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berlangsung saat ini, prospek perbankan Indonesia tetap menjanjikan,”kata Jahja Setiaatmadja

Perseroan merupakan salah satu bank di I(ndonesia yang fokus pada bisnis transaksi perbankan serta menyediakan fasilitas kredit bagi segmen korporasi, komersial, UKM dan konsumer. Hingga akhir September 2013, perseroan memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada lebih dari 12 juta rekening nasabah melalui 1.042 cabang dengan layanan internet dan mobile banking. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kuartal Satu, Laba PT Bukit Asam Tumbuh 66%

NERACA Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal pertama 2018 sebesar 66% menjadi Rp1,45…

Laba Nusantara Infrastructure Turun 3,7%

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) di kuartal pertama 2018 masih di luar ekspektasi. Dimana…

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…