Industri Asuransi Bidik Kawasan Asia

NERACA

Dengan populasi mencapai 600 juta jiwa, kawasan Asia Tenggara dinilai sebagai pasar yang sangat menarik bagi industri asuransi. Apalagi penetrasi asuransi terhadap PDB di kawasan ini masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Fitch Rating, hingga tahun 2012 penetrasi asuransi di enam negara ASEAN, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam masing-masing masih di bawah 5 persen dari PDB.

"ASEAN merupakan kawasan ekonomi yang semakin strategis bagi perekonomian global dan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat kuat. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya pertumbuhan PDB dan potensinya di masa depan," kata Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council (AIC) Evelina F Pietruschka.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil riset IHS Global Insight, PDB ASEAN akan terus meningkat dari 2,3 triliun dollar AS di tahun 2012 menjadi 4,7 triliun dollar AS pada tahun 2020 dan 10 triliun dollar AS pada tahun 2030 mendatang.

"Menguatnya perekonomian ASEAN merupakan peluang yang sangat bagus bagi industri asuransi. Untuk itu, penguatan regulasi dan peningkatan kualitas SDM harus terus dilakukan agar industri asuransi di ASEAN dapat tumbuh secara sehat dan kompetitif," ujar Evelina.

Industri asuransi, lanjut Evelina, juga memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan di kawasan ASEAN. Dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan asuransi, maka negara-negara di ASEAN akan memiliki lebih banyak sumber pendanaan bagi pembangunan.

Related posts