Banggar Sepakat Proyeksi Makro Indonesia 2014

NERACA

Jakarta - Setelah melakukan pembahasan khusus dalam rapat panitia kerja (panja) sejak 23 September 2013, akhirnya Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui asumsi makro ekonomi dalam Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2014, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga produksi minyak dan gas (migas).

Menurut Ketua Banggar, Ahmadi Noor Supit, pihaknya menyepakati asumsi dasar makro ekonomi, antara lain, pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 6% dari asumsi Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2014 oleh pemerintah sebesar 6,4% atau ada selisih 0,4%.

"Inflasi sebesar 5,5% atau terjadi selisih 1% dari patokan pemerintah 4,5%. Sedangkan nilai tukar rupiah disepakati Rp 10.500 per dolar Amerika Serikat (AS) atau naik Rp 750 dari sebelumnya Rp 9.750. Tingkat Suku Bunga SPN 3 bulan tidak berubah atau tetap 5,5%," kata dia saat Rapat Kerja Pengesahan RAPBN 2014 di Gedung Banggar DPR Jakarta, Rabu (23/10).

Di samping itu, Ahmadi menyebut, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar US$ 105 per barel atau turun dari proyeksi sebelumnya US$ 106 per barel.

“Lifting migas bumi tahun depan disepakati mencapai 2.100 ribu barel per hari dengan porsi lifting minyak 870 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.240 ribu barel setara minyak per hari,” ujar dia.

Kemudian Ahmadi mengatakan Banggar dan DPR juga menyepakati pendapatan negara tahun depan menembus Rp 1.667,14 triliun dengan rasio pajak mencapai 12,35%. Sedangkan defisit anggaran ditargetkan sebesar Rp 1,69% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta pembiayaan mencapai Rp175,25 triliun.

"Dengan demikian panja asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan 2014 disetujui," jelas dia sambil menutup pembahasan pertama di Banggar.

Hal ini, lanjut dia, merupakan laporan tingkat satu pada anggaran 2014 yang sudah intens didiskusikan pada 23 September-8 Oktober 2013. Banggar membentuk empat panja, yakni panja asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan 2014. Juga panja belanja pusat RAPBN 2014, panja transfer daerah RAPBN 2014 dan panja draft RUU APBN 2014. [mohar]

BERITA TERKAIT

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia

LIPI: Oligarki Parpol Perburuk Kualitas Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)…

Catatan Positif Penegakan HAM di Indonesia

  Oleh : Muhammad Ridean, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pelanggaran HAM merupakan permasalahan serius di Indonesia, beberapa kasus bahkan harus…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…