Tumbuhkan Kecintaan Masyarakat Terhadap Situs Sejarah

Cif Cleaning Project

Sabtu, 26/10/2013

NERACA

Mencuci mobil atau motor itu hal yang biasa. Tetapi, membersihkan kereta api listrik (KRL) yang telah mengangkut ratusan ribu penumpang setiap harinya, itu baru hal yang luar biasa. Ya, ini lah yang dilakukan oleh Cif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat Jakarta untuk menjaga kebersihan situs-situs bersejarah kota bisa dilakukan dengan cara unik.

Cif melalui Cif Cleaning Project menggagas kampanye membersihkan Stasiun Kereta Jakarta Kota seluas kurang lebih 3.000m² dan sejumlah armada kereta pada Oktober 2013. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena mampu menggerakkan masyarakat untuk membantu memelihara kebersihan juga keindahan situs bersejarah kota.

“Tahun 2013 ini Cif melalui Cif Cleaning Project kembali membersihkan tempat bersejarah kota Jakarta, yaitu Stasiun Kereta Jakarta Kota. Kegiatan Cif Cleaning Project ini merupakan kelanjutan dari komitmen kami untuk terus menginspirasi dan mengajak masyarakat untuk mencintai situs bersejarah kotanya dengan cara menjaga kebersihannya,” kata Asep Haekal, Brand Manager Cif PT Unilever Indonesia, Tbk.

Sementara itu, sosiolog perkotaanJohannes Frederik Warouw menjelaskan, kecintaan masyarakat terhadap situs bersejarah masih perlu ditingkatkan. Masyarakat sesungguhnya paham betul mengenai pentingnya nilai sejarah situs-situs yang ada seperti Stasiun Kereta Jakarta Kota namun mereka masih perlu lebih menyadari pentingnya memelihara situs tersebut.

"Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat baik untuk menstimulasi khalayak ramai dalam menjaga kebersihan kota. Ujungnya, budaya hidup bersih masyarakat kota akan terbentuk termasuk dalam menjaga kebersihan situs bersejarah,” tambah dia.

Sejak 2012, Cif menggagas Cif Cleaning Project dengan misi untuk meningkatkan kepedulian dan kebanggaan warga Jakarta terhadap kebersihan dan keindahan situs bersejarah dan fasilitas umum yang ada di kota tercintanya. Cif percaya bahwa dengan menjaga kebersihan dan situs bersejarah Jakarta akan menimbulkan kebanggaan masyarakat kotanya. Cif Cleaning Project pertama kali dilaksanakan di kawasan Kota Tua dengan melibatkan dukungan masyarakat yang diwakilkan oleh berbagai komunitas di Jakarta, dan ini adalah kali kedua Cif menggelar acara serupa.

Nilai sejarah yang dimiliki Stasiun Kereta Jakarta Kota dijelaskan oleh Assistant Manager Architecture Development dari PT Kereta Api Indonesia, Widya Sena Pradipta.Stasiun ini dulu dikenal sebagai Stasiun Beos, kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Ada pula yang mengatakan bahwa, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan sekitarnya, menyimbolkan fungsi stasiun ini sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota-kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain

"Selain memiliki kesibukan yang tinggi, Stasiun Kereta Jakarta Kota memiliki sejarah panjang sejak beroperasi tahun 1929. Oleh karena itu, selain menjadi salah satu pusat arus transportasi kota Jakarta hingga saat ini, stasiun ini juga dianggap sebagai salah satu cagar budaya dan situs bersejarah kota Jakarta," jelas dia.