Wisata Syariah Indonesia - Tujuan wisatawan Dunia

Wisata syariah menjadi salah satu kebanggaan Indonesia saat ini. Dihuni oleh banyak muslim dan berbagai tujuan wisata syariah, membuat Indonesia optimis untuk menjadikan Indonesia salah satu tujuan wisata syariah didunia.

Bersamaan dengan Indonesia Halal Expo 2013 (INDHEX) yang didukung oleh Kemenparekraf dan MUI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya akan meresmikan Pariwisata Syariah Indonesia dalam sebuah acara grand launching. Acara tersebut akan berlangsung pada 30 Oktober 2013, pukul 10.00 WIB, bertempat di Jakarta International Expo (JIEXPO).

Pariwisata Syariah dipandang sebagai cara baru untuk mengembangkan pariwisata Indonesia yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai Islami. Pengembangan Pariwisata Syariah meliputi empat jenis komponen usaha pariwisata, yaitu: perhotelan, restoran, biro atau jasa perjalanan wisata, dan spa. Selain itu, sarana penunjang pariwisata lainnya juga akan diikutsertakan.

Tujuan diadakannya program ini adalah untuk menggaet wisatawan dalam maupun luar negeri. Selain itu, dimaksudkan juga untuk mendorong tumbuh kembangnya entitas bisnis syariah di lingkungan pariwisata Indonesia.

Adapun salah satu langkah konkrit dalam usaha mengembangkan pariwisata syariah adalah dengan merancang produk dan daerah tujuan pariwisata syariah. Pariwisata syariah dapat berarti berwisata ke destinasi maupun atraksi pariwisata yang yang memiliki nilai-nilai Islami dan juga yang makanannya halal, hotelnya halal, sarana ibadah tersedia, dan lainnya.

Beberapa daerah yang potensial sebagai tujuan wisata syariah, diantaranya adalah:Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, YogyakartadanLombok. Ditjen Pemasaran Pariwisata, Kemenparekraf mencatat kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia mencapai 1.270.437 orang per tahun.

Dari total tersebut, wisatawan muslim tidak hanya berasal dari Timur Tengah tetapi juga Eropa, mayoritas berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Singapura dan Perancis. Dengan mengacu pada data tersebut, pengembangan pariwisata syariah memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Bahkan sejumlah negara-negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, bahkan China sudah terlebih dahulu mengembangkan pariwisata syariah.

Dalam usaha pengembangannya, Kemenparekraf menggandeng Dewan Syariah Nasional (DSN), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU). Standar pariwisata syariah bahkan rencananya akan tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

BERITA TERKAIT

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…

Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bisa mendatangkan setidaknya 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, atau sekitar 90 persen dari…

Peduli Dunia Pendidikan - BCA Bantu Beasiswa Rp 4,95 Miliar Ke 16 Perguruan Tinggi

Mempertegas komitmen kepeduliannya pada dunia pendidikan, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) kembali menyalurkan beasiswa bakti BCA terhadap 16…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…