Waspadai Free Flow of Labor AEC

Rabu, 09/10/2013

NERACA

Jakarta – Meskipun neraca perdagangan Indonesia terhadap ASEAN surplus, tetapi Indonesia tetap harus mewaspadai Asean Economic Community (AEC) pada 2015 nanti. “Kalau di perdagangan barang, mungkin Indonesia tidak akan terpuruk, terlihat dari neraca perdagangan barang yang surplus. Tetapi perlu diwaspadai free flow of labor,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha kepada Neraca, Selasa (8/10).

Dengan aturan free flow of labor itu, nantinya arus manusia di antara negara-negara ASEAN akan bebas tanpa batas. “Memang yang boleh free flow dibatasi, yaitu hanya yang skilled labor. Tapi skill-nya apa tidak dibatasi. Penjahit Malaysia yang skilled juga bisa kan,” kata Eugenia.

Berhubung kualitas manusia Indonesia terbilang rendah, kata Eugenia, maka siap-siap saja Indonesia dipenuhi oleh para ahli dari negara ASEAN lainnya. “Mereka akan kuasai peta ekonomi Indonesia,” kata Eugenia.

Seperti diketahui, bahwa Indonesia sudah menyepakati adanya AEC dan siap masuk di dalamnya pada 2015 nanti. Namun banyak yang menyayangkan ketidaksiapan Indonesia untuk menghadapi AEC, termasuk pemerintah-pemerintah daerah. Padahal mereka mau tidak mau akan diikutkan dalam AEC dan bersaing di pasar ASEAN. [iqbal]