Pemerintah Tidak Serius Bangun Pembangkit Listrik Batubara

Industri Tambang Siap Turun Tangan

Rabu, 09/10/2013

NERACA

Jakarta – Kalangan pengusaha batubara menilai pemerintah tidak serius membangun powerplan (pembangkit listrik) batubara dalam negeri. Padahal fasilitas itu akan membuat konsumsi batubara lebih ekonomis. Bahkan lebih ramah lingkungan.

“Kalau pemerintah masih sulit membangun powerplan saya rasa sudah selayaknya pengusaha yang ambil tindakan untuk mempercepat pembangunan itu. Karena saya lihat PLN sendiri kesulitan membangun powerplan,” kata Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu pada jumpa pers di Gedung Graha Irama, Kuningan, Selasa (8/10).

Lanjut, Bob mengatakan sekarang ini Kalimantan sudah sering padam listrik. Bahkan pulau Jawa diindikasikan dalam dua tahun kedepan akan mulai krisis listrik. Jika itu sampai terjadi ia melihat akan ada masalah besar.

“Kita harus segera membangun powerplan di Kalimantan. Hasilnya batubara kita bisa diekstrak menjadi energi siap pakai di wilayah dekat tambang. Dengan begitu penggunaan energi batubara kita bisa efektif dan efisien,” ungkap Bob.

Keterdesakan itu perlu dijawab dengan cepat. Pasalnya Bob melihat selama ini dalam produksi energi berbahan batubara lebih mahal pada biaya distribusi. Maka sudah seharusnya dibuat fasilitas dengan teknologi yang bisa mengekstrak batubara di dekat wilayah pertambangan.

“Batubara kita kan 30% nya moisteraser (cairan). Artinya selama ini dalam distibusi batubara dari Kalimantan ke Pulau Jawa yang diangkut oleh kapal kita 30% nya hanya mengangkut cairan. Memang untuk membangun powerplan investasi di awal akan mahal sekali. Tapi untuk jangka panjang akan sangat murah,” terang Bob.

Kemudian Bob menjelaskan dengan pembangunan powerplan hasil ekstraksasinya pun akan menciptakan produk lain yang juga memiliki nilai tambah ekonomi. “Lalu kalau orang bilang biaya produksi akan semakin mahal sebetulnya tidak. Karena dengan powerplan hasil emisinya bisa dikonversi menjadi gas.”

Bahkan Bob mengaku dengan pembangunan powerplan industri batubara akan menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Pasalnya dengan powerplan batubara bisa diupgrade setinggi-tingginya sehingga kadar karbon dan emisisnya yang terkandung bisa diminimalisir. Sedangkan jika menggunakan batubara mentah-mentah bukan hanya emisi dan karbonnya sangat tinggi. Tapi juga hasil pembakarannya tidak maksimal. “Seperti yang saya katakana sebelumnya bahkan hasil emsisinya juga bisa dikonversi menjadi gas,” tambah Bob.

Lalu Bob member contoh Khazakstan merupakan negara yang berhasil membangun powerplan dengan hasil pembakaran yang maksimal dan ramah lingkungan. Sistem kerjanya batubara yang sudah diekplorasi akan di bakar di bawah tanah dengan begitu emisi dan karbonnya tidak menguap ke udara. Sedangkan hasil kalor dan gasnya dapat diserap lalu disalurkan menjadi energi listrik dalam satu sistem yang pararel.

Pertemuan Pengusaha

Untuk menjawab tantangan global Bob mengaku pihaknya akan menyelenggarakan perhelatan para stakeholder batubara termasuk industri alat berat. Acara itu akan diselengarakan pada Maret 2014 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Sebetulnya acara itu akan diselenggarakan pada November tahun ini namun terpaksa diundur.

“Tahun depan kita akan selenggarakan The First Global Coal Summit 2014. Fokus masalahnya akan membahas persoalan emisi lingkungan dan teknolgi seputar batubara dan perkembangan pembangkit listrik tenaga batubara yang efektif dan efisien. Meski tidak dipungkiri akan ada pembahasan antara buyer dan seller juga,” ungkap Bob.

Wacana ini dinilai penting oleh Bob karena masa depan batubara akan sangat berperan penting sebagai portofolio energi dunia. Terutama untuk pembangkit tenaga listrik. Bahkan di tahun 2020 juga diprediksi peningakatan konsumsi batubara Asia Tenggara akan meningkat hingga dua kali lipat dari sekarang.

“Bayangkan jika masyarakat modern yang setiap harinya bekerja dengan perangkat-perangkat yang berbasis listrik tiba-tiba mati. Pasti kegiatan masyarakat dunia juga akan stagnan. Maka perhelatan ini sangat penting. Targetnya kita bisa menghadirkan 700 hingga 1.000 produsen batubara di seluruh dunia,” tukas Bob.