Bank DKI Catatkan Laba Rp615,59 miliar

Senin, 07/10/2013

​NERACA

Jakarta - Pada akhir September 2013, Bank DKI berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp615,59 miliar, ini meningkat sebanyak 95,24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp315,29 miliar.

Direktur Utama Bank DkI, Eko Budiwiyono mengatakan, perseroan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,73 triliun. “Ini tumbuh sebesar 9,68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp22,54 triliun,” kata Eko dalam siaran persnya, Jumat (4/10)

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk penyaluran kredit tumbuh sebanyak 34,70% dari sebesar Rp13,35 triliun menjadi Rp17,99 triliun di September tahun ini. Sementara itu, untuk total jaringan kantor, Bank DKI memiliki 214 jaringan kantor yang terdiri dari 24 cabang konvensional, 2 cabang syariah, 43 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 99 kantor kas konvensional, 7 kantor kas syariah dan 31 payment point.

Sementara itu, untuk mengembangkan jaringan diluar Jabodetabek, Bank DKI meresmikan kantor layanan di daerah Makassar. Eko menilai potensi kawasan tersebut adalah untuk memasuki segmen UMKM. Selain itu, dipertimbangkan juga oleh kemajuan kota Makassar yang pesat dan memiliki potensi strategis sebagai pusat pengembangan, distribusi barang dan jasa.

“Saat ini kota Makassar dijadikan inti pengembangan wilayah terpadu Mamminasata, sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Makassar merupakan salah satu kota besar yang berpotensi menjual properti tertinggi,” imbuh Eko.

Pembukaan Kantor Bank DKI pertama di luar pulau Jawa tersebut diresmikan oleh oleh Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan tidak ketinggalan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang dilakukan pada 18 September lalu. Adapun kantor Bank DKI ini berlokasi di Jl. Dr. Ratulangi No. 81 B-C Mamajang, Kota Makassar.

Bank DKI juga menyatakan akan memberikan perhatian kepada sektor UMKM, mengingat Makassar termasuk salah satu kota yang pertumbuhan ekonominya disektor UKM terbilang tinggi. “Kami menawarkan kredit bagi pengusaha yang bergerak di bidang UKM mulai dari Rp25 juta hingga Rp500 juta dengan tenor pinjaman hingga tika tahun,” lanjut Eko.

Bank yang mayoritas sahamnya milik pemerintah DKI Jakarta ini menyiapkan berbagai produk bisnis yang lebih condong ke pembiayaan dan kredit bagi sektor korporasi. Diakui Eko, persaingan bisnis dengan bank-bank milik pemerintah yang ada di Kota Makassar bukan alasan untuk tidak menggarap bisnis, salah satu kunci yang diterapkan manajemennya adalah meningkatkan layanan dan edukasi terhadap nasabah

Menurut Eko, Bank DKI yang sejak 2011 mencanangkan tekad menjadi bank umum berskala nasional dalam dua tahun terakhir terus meningkatkan ekspansinya di beberapa kota besar Indonesia. Sebelum Makassar, perseroan sudah membuka jaringan di wilayah Surabaya, Solo, dan Bandung. [sylke]