BI Rate Kemungkinan Dipertahankan 6,75% - Inflasi Dinilai Terkendali

Inflasi Dinilai Terkendali

BI Rate Kemungkinan Dipertahankan 6,75%

Jakarta - Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) pada posisi 6,75%. Alasannya tingkat inflasi dinilai masih terkendali secara tahunan pada Juni 2011 sebesar 5,54%. "BI Rate sepertinya akan tetap karena inflasi masih terkendali dibawa 6% karena tidak ada kenaikan BBM bersubsidi," kata Ekonom dan Pengamat Perbankan Mirza Adityaswara kepada wartawan di Jakarta,11/7

Mirza menyakini Bank sentral baru akan menaikkan suku bunganya ketika terjadi kenaikan harga BBM bersubisidi. Karena BBM bisa mendorong tekanan inflasi yang cukup tinggi.

Bahkan anggota Dewan Komisioner LPS ini mengungkapkan pertimbangan BI untuk menaikkan suku bunganya akan lebih dilihat setelah Lebaran nantinya. "Nanti setelah lebaran akan ditinjau lagi bagaimana inflasinya. Ini menjadi pertimbangan BI," paparnya.

Sementara itu, Analis Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonkheere mengatakan hal yang sama. Malah, Nico memperkirakan BI tidak akan mengubah BI Rate hingga pertemuan bulanan pada 12 Juli besok mendatang. Namun semua itu tetap tergantung pada dorongan inflasi. “Tetapi masih ada peluang BI menaikkan suku bunga sampai 7% pada semester kedua tahun ini apabila inflasi melonjak naik lagi dan atau harga BBM naik secara signifikan," terangnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi pada Juni 2011 mencapai 5,54%. Dimana inflasi kumulatif Januari-Juni (semester I) 2011 adalah 1,06%, sementara inflasi yoy di Juni mencapai 5,54%, turun dari 5,98% di Mei karena pada Juni 2010 angka inflasi adalah 0,97%.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menegaskan inflasi sejak Januari hingga Juni 2011 masih sangat rendah dimana belum mencapai 2%. BI memproyeksikan inflasi tahun 2011 ini sebesar 5%. "Tahun ini sampai Juni 2011 kemarin angka tahunan (YoY) masih besarnya 5,54%. Tapi year to date atau dari 31 Desember 2010 ke 30 Juni 2011, baru mencapai 1,06% selama 6 bulan pertama," katanya.

Darmin menambahkan inflasi sejak kuartal III hingga IV terus terkerek naik. Hal ini disebabkan karena datangnya musim kemarau. “Benar bahwa inflasi kita sejak pada Kuartal III dan IV akan naik. Terutama bahan pangan dan bumbu-bumbu karena kemarau datang," imbuh Mantan Dirjen Pajak ini.

Oleh karena itu, sambung Darmin secara keseluruhan tingkat inflasi tidak akan melampaui 5%. "Inflasi di akhir tahun itu hanya 5%," tandasnya

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan inflasi Mei sebesar 0,12%. Inflasi kumulatif Januari-Mei 2011 adalah 0,51%, sementara inflasi yoy di Mei mencapai 5,98%. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dinilai Ngeyel, BEI Ancam Suspensi 15 Emiten - Telat Laporan Keuangan

NERACA Jakarta – Desakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) agar emiten segera menyampaikan laporan kinerja keuangan untuk memberikan sentimen positif…

Beras, Pangan & Inflasi

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi   Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Inflasi Januari 2018 mencapai 0,62 persen dan…

Tren Inflasi 2018?

Menyimak data inflasi Indonesia pada Desember 2017 yang tercatat rendah, yaitu 0,04% (mtm) atau 3,61% (yoy), hal ini memperlihatkan inflasi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…