Awal Pekan, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Senin, 30/09/2013

NERACA

Jakarta – Meskipun perdagangan saham Jum’at akhir pekan kemarin sepi, namun pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat 17,826 poin (0,40%) ke level 4.423,719. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,465 poin (0,47%) ke level 738,968.

Kata Kepala Riset KDB Daewoo Securities, Betrand Reynaldi, IHSG BEI secara teknikal menguat di tengah pelaku pasar saham asing yang masih mengambil posisi lepas saham, “Asing tercatat melakukan jual bersih sahamdi pasar reguler sebesar Rp52 miliar dengan saham yang paling banyak dijual yakni Semen Indonesia (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), indotambang Raya Megah (ITMG), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Express Transindo Utama (TAXI)," kata dia di Jakarta akhir pekan kemarin.

Betrand memprediksi bahwa peluang kenaikan bagi indeks BEI masih tetap berlanjut perdagangan awal pekan depan di kisaran 4.313-4.576 poin. Sementara itu, analis PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memperkirakan, indeks BEI Senin awal pekan bergerak berfluktuasi namun dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.406-4.450 poin.

Menurut dia, perdagangan pada awal pekan depan akan dipengaruhi oleh beberapa data dari Jepang yang akan dirilis pada awal pekan depan. Pada perdagangan kemarin, banyak investor menahan diri karena minimnya sentimen positif yang bisa menggerakan pasar. Selain itu situasi ekonomi global yang tidak kondusif juga membuat transaksi sepi.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.166 kali pada volume 3,518 miliar lembar saham senilai Rp 3,908 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 108 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia berakhir mixed di akhir pekan dengan kecenderungan menguat. Berakhirnya Wall Street di zona hijau memberi cukup alasan supaya pelaku pasar lakukan aksi beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.750 ke Rp 10.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 450 ke Rp 10.650, Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 8.200, dan Indofood (INDF) naik Rp 250 ke Rp 7.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 27.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 65.400, Surya Toto (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 7.600, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 19.450.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 30,945 poin (0,70%) ke level 4.436,838. Sementara Indeks LQ45 naik 7,680 poin (1,04%) ke level 743,183. Saham-saham komoditas melemah kena gara-gara aksi jual. Sedangkan saham-saham di sektor lainnya masih menguat berkat aksi beli selektif.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 56.136 kali pada volume 1,764 miliar lembar saham senilai Rp 1,803 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 77 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sesi pertama. Namun cenderung menguat, hanya Jepang yang masih melemah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.750 ke Rp 10.700, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 31.350, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 450 ke Rp 10.650, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 8.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 28.200, Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 10.450, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 16.950.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka naik 30,87 poin atau 0,70% menjadi 4.436,76. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,87 poin (1,07%) ke level 743,38, “Mayoritas bursa Asia dibuka menguat seiring dengan penguatan bursa AS," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan kontrak investasi kolektif (Exchange Traded Fund/ETF) Indonesia yang ada di bursa AS juga mengalami kenaikan. ETF Indonesia mengakhiri koreksinya dalam empat hari terakhir dengan menguat 2,3%. Namun demikian, lanjut dia, sektor saham perkebunan diperkirakan dapat menjadi penahan laju indeks BEI dikarenakan harga minyak sawit mentah (CPO) yang mengalami penurunan.

Sementara itu, Head of Research PT VAlbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan bahwa pengurangan stimulus masih menjadi ancaman bagi pasar global ke depan, cepat atau lambat kebijakan itu akan dilakukan."Memang jika melihat perkembangan terkini, prospek itu juga semakin sulit terwujud dalam jangka pendek. Data ekonomi AS masih belum sepenuhnya positif dalam beberapa bulan terakhir," kata Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa Bank Sentral AS atau the Fed selalu mengatakan akan mengurangi stimulus keuangannya jika ekonomi AS cukup kuat yakni tercapainya penetapan batas, pengangguran harus turun ke 6,5% dan inflasi sebesar 2,5%.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 106,67 poin (0,46%) ke level 23.231,70, indeks Nikkei-225 turun 2,07 poin (0,01%) ke level 14.797,05, dan Straits Times menguat 22,03 poin (0,68%) ke posisi 3.216,14. (bani)