Wamenkeu Salahkan Ekonomi Global

Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 26/09/2013

NERACA

Jakarta – Pemerintah mengakui bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 ini berpotensi mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi berpotensi ada di angka kruang dari 6%. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar. Menurut Mahendra, potensi laju pertumbuhan yang melambat tersebut adalah karena terjadinya perlambatan di ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi (Indonesia) merupakan penyesuaian keterkaitan dan saling mempengaruhi antara tingkat konsumsi dan investasi. Tapi selama angka keduanya konsisten, saya lihat tidak ada gap dari ekspektasi di tingkat pertumbuhan dengan tingkat konsumsi maupun tingkat investasi,\" kata Mahendra di Jakarta, Rabu.

Dengan begitu, Mahendra menilai investasi dan konsumsi yang melambat masih dalam kondisi wajar. Begitu pula dari survei indeks konsumen yang dilakukan BI, yang menunjukan perlambatan diikuti dengan konsumsi yang turun, sehingga diproyeksikan investasi juga akan mengalami perlambatan. “Saya melihatnya ini masih proporsional. Bukan sebuah hal yang luar biasa terhadap update pada tingkat pertumbuhan (ekonomi),\" jelas Mahendra.

Sebelumnya, pada APBN-P 2013, Pemerintah menarget pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4%. Namun tidak lama kemudian, Pemerintah menyampaikan outlook-nya kepada DPR dan mengganti asumsi makro pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi 5,9%. [iqbal]