BC Tanjung Priok Gagalkan Ekspor Rotan Ilegal

Kamis, 19/09/2013

NERACA

Jakarta Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil mengagalkan upaya ekspor lima kontainer rotan ilegal senilai Rp549,9 juta tujuan China. Kepala KPU Tipe A Tanjung Priok Bahaduri Wijayanta di Jakarta, Rabu (18/9), menyebutkan kontainer berisi rotan tersebut disita karena ditemukan pelanggaran kepabeanan yaitu ada pemberitahuan dokumen yang tidak benar.

"Pelaku memberitahukan jenis barang lain yang tidak sesuai dengan pemberitahuan pabean dan menggunakan nama eksportir atau perusahaan lain," katanya. Wijayanta mengatakan para pelaku yang saat ini sedang dalam pencarian, diduga menyelundupkan rotan asalan dan rotan setengah jadi, yang termasuk barang baku dilarang untuk diekspor.

"Orang yang diduga keras sebagai pelaku pelanggaran tersebut sedang dilakukan pencarian dan atas barang tegahan diusulkan statusnya menjadi barang dikuasai negara guna kepentingan penyelidikan selanjutnya," ujar Wijayanta.

Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35/M-Dag/PER/11/2011 tentang ketentuan ekspor rotan dan produk rotan, bahwa rotan yang termasuk rotan mentah, rotan asalan, rotan W/S dan rotan setengah jadi, dilarang untuk diekspor.

Modus operandi yang digunakan pelaku merupakan pelanggaran UU no17 tahun 2006 tentang kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. Saat ini China merupakan produsen olahan rotan terbesar di dunia dan memerlukan bahan baku sangat banyak. Hal ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya penyelundupan eksportasi rotan dari Indonesia. [ant]