Indonesia Diyakini Masuk Golden Era Pada 2025 - KEN Prediksi Ekonomi Tumbuh 8 Kali Lipat

KEN Prediksi Ekonomi Tumbuh 8 Kali Lipat

Indonesia Diyakini Masuk Golden Era Pada 2025

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini dapat melesat jauh. Bahkan diprediksi bisa meningkat hingga 8 kali lipat dalam dua dasarwarsa atau 10-20 tahun ke depan. "Kita akan memasuki golden era of economy Indonesia. Jadi 10-20 tahun ke depan kita akan masuk era emas," kata Ketua Umum Kebijakan Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung

Menurut pemilik Para Group ini, pertumbuhan ekonomi versi pemerintah sekitar 2 kali lipat di 10-20 tahun ke depan. Namun sebenarnya pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih tinggi, hingga mencapai 8 kali lipat. "Dua kali lipat itukan versi pemerintah, tapi kalau saya lihat, bisa 8 kali lipat,' timpalnya.

Hal ini, kata CT-panggilan akrabnya, berdasarkan sejumlah analisa, baik lembaga dunia maupun dari dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 14,54%. "Berdasarkan banyak forum, salah satunya IMF, lembaga dunia yang credible, sampai April 2011 Indonesia ditempatkan sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia dengan pertumbuhan 14,54%,' ungkap CT.

Lebih jauh kata Chairul, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dibuat pemerintah melalui MP3EI 2011-2015 jangan dianggap tidak akan tercapai. Justru dengan MP3EI, maka Indonesia bisa tumbuh lebih cepat sebelum 2025. 'Apa yang dibuat pemerintah jangan dilihat salah. Namun saya cuma bilang proyeksi ekonomi yang dilakukan pemerintah melalui MP3EI terlalu kecil dan konservatif,” paparnya.

Malah, kata Chairul lagi, selain pertumbuhan ekonomi yang melesat pada 2025, juga terjadi peningkatan significant pada pendapatan perkapitan penduduk Indonesia. “PDB penduduk Indonesia akan mencapai US$ 14.250 - US$ 150.00 per kapita. Itu berarti dianggap pendapatan tinggi. Ini proyeksi pemerintah,' jelasnya.

Dikatakan Chairul, secara perhitungan, jika Indonesia bersungguh-sungguh maka pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh dua kali lipat tiap tahun. 'Setiap lima tahun sekali, kalau PDB kita tadinya US$ 3.000, seharusnya di 2015 bisa menjadi US$ 6.000, dan seterusnya,' tegasnya.

Yang jelas, lanjutnya lagi. 10 tahun yang akan datang ekonomi Indonesia bisa menguasai lebih dari 50% negara ASEAN. Bahkan, diperkirakan ekonomi Indonesia lebih besar daripada ekonomi belanda di 2011. 'Intinya saya berharap saya benar, supaya Indonesia bisa menjadi lebih maju,' harapnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta pelaku pasar berhati-hati. Alasanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat sangat tinggi mencapai 4.003. Karena itu harus dicermati. "Hati-hati, itu yang saya pasti akan minta semua pembina dan pengawas di pasar modal untuk melihat portfolionya, melihat siapa sub sektor atau sektor-sektor yang mungkin price to earning atau price to book nya sudah agak terlalu tinggi, untuk diyakini bahwa itu semua didukung oleh fundamental yang benar," terangnya.

Agus menambahkan pertumbuhan IHSG yang sangat cepat seperti sekarang ini memang bagus, namun pertumbuhan tersebut harus didukung dengan struktur yang kuat. "Kita kan harus tumbuh dengan struktur yang baik. Selalu mungkin pertumbuhan itu adalah pertumbuhan yang tidak didukung dengan struktur yang kuat. Jadi untuk saya apabila ada kondisi yang baik saya selalu ambil sikap hati-hati," ujarnya.

Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin IHSG kembali mengukir rekor barunya di level 4.003 setelah melompat 64 poin. Maraknya sentimen positif membuat indeks leluasa bergerak di jalur hijau. Rekor terakhir yang dicetak IHSG yaitu pada Senin 4 Juli 2011 awal pekan ini di level 3.953,517 setelah menguat 26,419 poin (0,67%). Padahal waktu itu posisi IHSG sudah overbought dan terkena profit taking. **cahyo

BERITA TERKAIT

Saham IKAI Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI). Hal…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

APRESIASI CITI INDONESIA

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki (ketiga dari kiri) memberikan apresiasi kepada Isbadyah S.Pd selaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…