Ingin Untung? Reksadana Bisa Jadi Pilihannya

Seperti produk investasi lain, reksadana juga memiliki risiko penurunan nilai apabila kondisi pasar modal sedang mengalami penurunan. Besarnya penurunan tergantung dari jenis reksadana yang dipilih.

NERACA

Dari berbagai produk investasi yang ada saat ini, reksadana adalah salah satu produk yang relatif aman dan sangat fleksibel sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif tempat kita melakukan investasi.

Reksadana adalah produk investasi yang dikemas oleh perusahaan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, sehingga para investor mampu berinvestasi pada produk pasar modal walau dengan dana yang relatif kecil. Dana masyarakat yang terkumpul akan diolah pada produk investasi oleh Manajer Investasi dan memberikan keuntungan yang bisa lebih tinggi dibandingkan apabila kita berinvestasi sendiri.

Apa kelebihan Reksadana. Dana yang diinvestasikan relatif kecil, bisa dengan hanya sebesar Rp100 ribu saja kita bisa sudah mulai berinvestasi. Praktis membelinya, kita bisa membeli di Bank yang menjadi agen penjual atau langsung pada perusahaan Manajer Investasi. Fleksibel, karena kita dapat membeli atau menjual kapan saja. Pencairan dana membutuhkan waktu minimal 3 hari dari tanggal penjualan.

Ditambah keterbukaan informasi, kita bisa melihat daftar reksadana pada media on line ataupun koran setiap harinya, begitu pula kinerja hariannya.Memiliki beberapa jenis reksadana, sehingga kita bisa memilih sesuai dengan profil resiko kita ataupun rencana investasi kita. danhasil investasi sudah bersih dari pajak dan biaya biaya yang terdapat pada transaksi investasi, sehingga tidak ada lagi pengurangan pajak atas return yang kita terima.

Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana pasar uang, menempatkan investasinya di surat hutang jangka pendek dibawah 1 tahun. Karena penempatannya pada produk investasi yang relatif aman, sehingga reksadana ini masuk kategori produk investasi yang cukup aman. Dengan resiko yang rendah, reksadana ini bisa memberikan return rata-rata sekitar 5% - 7% per tahun net. Dalam Perencanaan Keuangan, reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek 1 – 3 tahun kedepan.

Reksadana ini menempatkan investasinya pada obligasi (istilahnya adalah fixed income dan diartikan secara harfiah pendapatan tetap). Memiliki tingkat resiko diatas reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dapat memberikan rata-rata return sekitar 7% - 15% per tahun. Dalam perencanaan keuangan, reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah, berkisar antara 3- 5 tahun kedepan.

Reksadana terproteksi, memberikan proteksi untuk dana yang kita investasikan pada produk sesuai yang disampaikan oleh MI (bisa 100%, 90% atau prosentase lainnya dari nilai dana kita). Jenis investasi yang ada dalam reksadana ini umumnya adalah obligasi, sehingga jenis reksadana ini umumnya memiliki jangka waktu tertentu dengan pembayaran kupon bunga.

Dalam perencanaan keuangan, penggunaan reksadana terproteksi bisa digunakan untuk tujuan dengan jangka waktu yang sama dengan jangka waktu penggunaan dananya, dan tidak digunakan untuk dana darurat (misalnya 2 atau 3 tahun).

Reksadana Campuran, reksadana ini berisikan produk investasi yang terdiri dari Obligasi, Saham serta produk investasi lainnya. Reksadana ini lebih fleksible karena komposisi saham dan obligasi yang dimiliki bisa disesuaikan dengan kondisi pasar oleh Manajer Investasi. Rata-rata return reksadana campuran adalah sebesar 15% - 20% per tahun dan dapat digunakan untuk investasi jangka menengah 5 – 10 tahun. Dari sisi resiko, reksadana ini memiliki resiko yang lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap tapi lebih rendah dari resiko reksadana saham.

Reksadana Saham, reksadana ini menempatkan investasinya pada saham dan merupakan jenis reksadana dengan resiko yang paling tinggi. target return rata-rata untuk reksadana saham adalah sebesar 20% - 25% per tahun untuk jangka panjang. Dengan resiko fluktuasi yang tinggi ini, maka reksadana saham sangat disarankan digunakan hanya untuk tujuan investasi jangka panjang dengan periode diatas 10 tahun. Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak untuk tingkat S1, Dana untuk Bisnis serta tujuan jangka panjang lainnya merupakan tujuan tujuan yang menggunakan reksadana saham.

BERITA TERKAIT

Lewat IPO Bisa Hindari Sengketa Keluarga

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)…

Wali Kota Depok: Pejabat Negara Bisa Jadi Contoh Dalam Berzakat

Wali Kota Depok: Pejabat Negara Bisa Jadi Contoh Dalam Berzakat NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan semangat…

Jasa Marga Bukukan Untung Rp 2,2 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun atau…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…