Gairah Micro Insurance

Oleh : Irvan Rahardjo, Pendiri Kupasi (Komunitas Penulis Asuransi Indonesia)

Kamis, 12/09/2013

Micro insurance di definisikan sebagai produk asuransi yang mengandung premi sangat murah dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan nilai pertanggungan sangat terbatas. Micro insurance dirancang bagi masyarakat kelas bawah yang tidak terlayani oleh asuransi komersial atau asuransi sosial pada umumnya.

Menurut definisi ini, penduduk berpenghasilan rendah adalah mereka yang mempunyai penghasilan 1 hingga 4 dollar AS per hari. Dengan kata lain lebih rendah dari UMR rata rata pekerja kita. Mereka sangat rentan terhadap kenaikan inflasi terutama kebutuhan harga bahan pokok khususnya pangan dan bahan bakar. Demikian pula bila kepala rumah tangga mengalami musibah atau meninggal sehingga keluarga kehilangan tulang punggung ekonomi.

Studi menunjukkan bahwa akses terhadap oleh kaum miskin dan papa dapat membantu pencapaian tujuan Milenium Development Goal (MDG) diantaranya pengurangan kemiskinan dan kelaparan, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Micro insurance kini menjadi perhatian lembaga lembaga internasional dan oleh sejumlah pelaku asuransi komersial. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) menaruh perhatian serius terhadap micro insurance. Masih terdapat 29 juta penduduk miskin kita dan 70% angkatan kerja bekerja di sektor informal.

Kesulitan pengembangan micro insurance antara lain adalah terbatasnya infra struktur untuk dapat menjangkau tertanggung terutama di lapisan masyarakat bawah. Usaha mikro, kecil dan menengah kita sebagian besar tidak bankable dan akses yang terbatas pada sumber sumber pembiayaan. Sedang bisnis asuransi di Indonesia selama ini sangat tergantung kepada infrastruktur perbankan yang dikenal dengan bancasurance.

Program Bank Indonesia mengintegrasikan telekomunikasi dan perbankan dalam program branchless banking bagi seluas mungkin penduduk patut dijadikan model pengembangan micro insurance. Untuk menjangkau sebanyak mungkin anggota masyarakat berasuransi.

India, salah satu negara paling menarik dan dinamis di dunia dalam menyelenggarakan micro insurance menggunakan tiga model distribusi produk micro insurance. Yakni model partnership, model agen dan model mikro agen. Model partnership dilakukan dengan lembaga swadaya masyarakat dan lembaga pembiayaan mikro. Model agen dan micro agen beroperasi sebagaimana umumnya agen asuransi.

Pemerintah China tahun 2012 yang lalu meluncurkan program asuransi jiwa mikro ke seluruh penduduk. Cina mempunyai 700 juta penduduk tinggal di pedesaan sebagai potensi micro insurance. Meskipun baru pada tahap awal sejak pilot project tahun 2008, micro insurance di China telah menjangkau 24 juta orang tahun 2011 dari 2,39 juta tahun 2008 di 24 propinsi dengan total premi 134,7 juta euro .

Di Indonesia micro insurance dapat dikembangkan dengan berbasis komunitas atau kelompok sosial ekonomi dan ormas seperti NU dan Muhammadiyah atau lembaga pembiayaan mikro.

Dengan demikian usaha meningkatkan financial literacy dan financial inclusion bagi sebagian besar penduduk, dapat mengurangi kerawanan struktur perekonomian nasional dari ketergantungan dana asing dan bersifat jangka pendek.