Jamsostek Sediakan Transportasi Murah Bagi Pekerja - Beri Manfaat Tambahan Bagi Peserta

NERACA

Batam – PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) akan menyediakan fasilitas transportasi murah bagi kalangan pekerja peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.Menurut Direktur Utama PT Jamsostek (persero) Elvyn G Masassya, penyediaan fasilitas transportasi merupakan salah satu dari beberapa manfaat tambahan bagi para pekerja peserta Jamsostek. “Manfaat tambahan lainnya adalah housing benefit, health benefit dan food benefit,” jelas Elvyn usai Rapat Kerja Nasional PT Jamsostek (Persero) di Batam, pekan lalu.

Elvyn menyebut, pada pelayanan transportasi bagi pekerja, Jamsostek akan bekerja sama dengan pemilik moda transportasi, sehingga para peserta dapat menikmati fasilitas transportasi dengan harga murah. “Tapi hanya transportasi darat saja. Tidak untuk penerbangan karena segmennya kesejahteraan dasar,\" jelasnya.

Selain transportasi murah, imbuh Elvyn, Jamsostek menyediakan pelayanan penyediaan rumah. Jamsostek akan bekerjasama dengan pengembang perumahan untuk membangun rumah terjangkau. \"Yang diusung uang muka perumahan, Jamsostek bekerja sama dengan pihak lain ketika membangun rumah terjangkau,\" ujarnya.

Dia mengutarakan, pelayanan lainnya adalah penyediaan barang pangan. Pada layanan ini, Jamsotek menggandeng produsen makanan. Layanan ini bertujuan memudahkan pekerja mendapatkan bahan pangan dengan harga murah. “Food benefit, kita kerjasama kepada food production untuk menyediakan sembako melalui gerai-gerai dikantong pekerja,” terangnya. Pada pelayanan kesehatan, sambung Elvyn, Jamsostek akan membangun klinik kesehatan yang juga bertujuan mendukung Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan diterapkan pada 2014. “Owner Jamsostek, pesertanya pekerja, meski pakai askes kita bisa layani. Jaminan keselamatan kerja, trauma center, memberi pelayan lebih,” beber dia.

Direktur Investasi PTJamsostek, Jeffry Haryadi menambahkan, investasi yang disediakan untuk peningkatan layanan bagi peserta ini merupakan investasi langsung. Besarnya maksimal 5% dari total dana yang dikelola Jamsostek. “Tapi pada tahap awal kita alokasikan dana sekitar satu sampai dua persen dari total dana investasi Jamsostek,” papar Jeffry.

Di sisi lain, Elvyn menyatakan, Jamsostek melakukan langkah terobosan baru terkait pelayanan total benefit kepada pesertanya dengan membuat smart card (kartu pintar). Dengan kartu pintar ini, peserta Jamsostek bisa mendapatkan 4 pelayanan sekaligus. “Kartu smartcard tersebut akan digunkan mulai tahun 2014,” urai Elvyn.

Hasil Rakernas Dalam kesempatan itu, Elvyn memaparkan, Jamsostek menyiapkan enam pilar yang bisa menunjang kemajuan perusahaan di 2014, seiring perubahannya menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.“Tiga hal pertumbuhan agresif, harmonisasi manfaat dan pelayanan prima. Di fase tiga hal tadi dibicarakan di rakernas, menghasilkan beberapa pilar strategis yang harus dieksekusi di 2014,” terangnya.

Elvyn menuturkan, pilar pertama yang harus dieksekusi pada tahap transformasi 2014 adalah peningkatan kepesertaan dan perluasan pasar. Pihaknya menargetkan jumlah peserta Jamsostek bisa mencapai 15,2 juta di 2014.”Kami menargetkan peningkatan jumlah dana kelolaan Rp 181 triliun dan hasil investasi sebesar Rp 15,9 triliun,” jelasnya.

Sementara pilar ketiga adalah pengembangan program manfaat dan implementasi pelayanan prima. Dengan begitu Jamsostek akan mengoptimalkan manfaat unit dan tambahan.Pilar berikutnya adalah perkembangan komunikasi terintegrasi. Jamsostek akan memanfaatkan berbagai alat komunikasi untuk berkomunikasi dengan para stakeholder seperti melalui alat elektronik, visualisasi, website, dan komunitas. Hal ini merupakan bagian dari usaha Jamsostek sebelum beroperasi penuh menjadi BPJS.

Sedangkan pilar kelima, untuk implementasi peluang dengan model bisnis baru dan implementasi smart card. \"Terakhir ditargetkan, pengembangan human capital, change management dan penguatan GCG,\" papar dia.Menurut Elvyn, Rakernas tahun 2013 merupakan yang terakhir sebelum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dilebur menjadi Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) mulai Januari 2014. \"Jamsostek melakukan rakernas terakhir sebagai persero karena tahun depan BPJS, menetapkan implementasi transformasi Jamsostek ditahun 2014 langka-langkah 2014,\" katanya.

Dia mengatakan, rakernas 2013 merupakan sarana memantapkan menuju BPJS Ketenagakerjaan. Dalam proses transformasinya, Jamsostek telah merumuskan posisi baru BPJS Ketenagakerjaan menjadi jembatan menuju kesejahteraan tenaga kerja Indonesia. Rakernas dinilai merupakan forum strategis untuk mengevaluasi dan menyatukan persepsi membentuk strategis untuk melakukan evaluasi dan menyatukan persepsi membentuk suatu strategis bisnis yang integrasi.

Elvyn mengungkapkan, tahapan transfomasi sudah dimulai pada 2012 dengan tahapan rekosolidasi, tahun 2013 berada pada tahapan memperkuat pondasi menjuju BPJS Ketenagakerjaan berkelas dunia.\"Tahapan 2014, dirumuskan sebagai tahapan sustainability service and benefits guna mewujudkan peningkatan manfaat dan pelayanan kepada peserta, yang diharapkan juga meningkatkan cakupan perlindungan kerja di Indonesia,” tandas Elvyn. [kam]

Related posts