Kembangkan Bisnis Properti, PTPP Spin Off Anak Usaha

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan ekspansi bisnis di sektor properti, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) akan melakukan pemisahan atau spin off atas divisi properti. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/9).

Perseroan mengharapkan dengan pemisahan divisi properti ini dapat memberi sejumlah manfaat. Pertama, akselarasi pengembangan usaha segmen properti dan realty. Kedua, meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset. Ketiga, meningkatkan kualitas proyek pengembangan properti. Keempat, membuka kesempatan untuk meningkatkan struktur permodalan. Kelima, memberikan manfaat bagi pemegang saham.

Adapun perseroan melakukan pemisahan divisi properti ini dilatarbelakangi dengan memanfaatkan kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif bagi potensi pengembangan industri properti dan ritel. Selain itu, pemisahan divisi properti PP akan membuka ruang bagi divisi properti PP untuk menciptakan nilai tambah secara komersial dan aset yang optimal.

Perseroan juga ingin menciptakan profil di pasar untuk menjaring investor potensial baik domestik maupun global. Dengan dilakukannya pemisahan divisi properti PP, maka PT PP Properti diharapkan dapat lebih kompetitif dan fleksibel dalam mengambil keputusan bisnis. Selain itu, pemisahan juga mendorong pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih intensif.

Setelah pemisahan ini efektif, PT PP Properti akan memiliki 99,9% penyertaan saham dalam PT Gitanusa Sarana Niaga, sekitar 4,67% untuk penyertaan saham dalam PT Mitracipta Polasaranan, dan 15% penyertaan saham dalam PT Pancakarya Grahatama Indonesia. Untuk melakukan pemisahan divisi properti ini,perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Oktober 2013.

Sebagai informasi, PTPP mencatatkan laba bersih naik menjadi Rp143,4 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp64,8 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang kenaikan pendapatan sebesar Rp4,17 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,02 triliun.

Disebutkan, pendapatan tersebut disumbang dari beberapa proyek seperti proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang dan PLTU Duri Riau, pelabuhan Kalibaru, Bandara Kuala Namu, Tol Semarang Bawen, jalan Donggi Senoro, dan proyek milik swasta. Termasuk kontribusi dari anak perusahaan bidang industri pabri precast concrete yang juga telah menyumbang terhadap kinerja perseroan.

Tercatat, perseroan akan menggarap sejumlah proyek besar antara lain Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St Moritz, The Kencana, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Jalan Tol Gempol – Pandaan, Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Rel kereta api di daerah Sumatera Selatan milik PT KAI, Infrastructure PLTU 300 MW Sarulla di Sumatera Utara, Apartemen Intermark Banten serta proyek EPC PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, PLTG 160 MW Bangkanai dan CNG Muara Tawar. (bani)