Hatta Titip Tiga Pesan untuk Kepala BKPM Baru

NERACA

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memberikan tiga buah pesan kepada siapapun yang nantinya menduduki jabatan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru menggantikan Chatib Basri yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Ada tiga harapan kepada Kepala BKPM baru. Pertama adalah kepala BKPM itu langsung menangani PEPI (Percepatan Ekspor dan Perluasan Investasi). Perrcepatan ekspor itu tanggug jawab Kementerian Perdagangan, ekspor diperkuat. Perluasan investasi itu BKPM. Jadi bagaimana kita terus menarik investor, baik domestik maupun dari luar,” jelas Hatta di Jakarta, Selasa (3/9).

Perluasan investasi itu, kata Hatta, hanya bisa dilakukan jika BKPM sungguh memahami potensi-potensi yang bisa dijual di Indonesia. Salah satunya adalah proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Dalam MP3EI, terdapat Kawasan Potensi Investasi (KPI) yang ada di setiap koridor. KPI tersebut didapat secara bottom up, yaitu dari masyarakat, pemerintah daerah, dan dari calon investor sendiri.

Pesan kedua Hatta kepada Kepala BKPM nantinya adalah segera mengembangkan network Indonesia ke berbagai negara. “Jadi keliling-keliling lah,” ujar dia.

Sementara pesan ketiga Hatta adalah agar Kepala BKPM dapat cerdik menilai investasi mana yang menjadi sasaran. Kepala BKPM perlu mengetahui kira-kira investasi mana yang dapat mensubstitusi impor dan investasi mana yang justru meningkatkan impor.

“Seorang Kepala BKPM harus mempunyai kemampuan itu. Kalau hanya investasi dikembangkan terus menerus, tapi membuat ketergantungan impor kita semakin tinggi, tidak baik. Jadi yang disebut intermediet goods itu jadi perhatian penting,” jelas Hatta.

Sampai saat ini, barang-barang impor yang masuk ke Indonesia, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), didominasi oleh bahan baku dan barang modal akibat melonjaknya investasi di Indonesia yang ketergantungan terhadap barang impornya begitu tinggi. Dari nilai impor periode Januari – Juli 2013 sebesar US$111,8 miliar, golongan barang bahan baku mengambil proporsi sebesar 76,16% sementara barang mdoal sebesar 16,87%.

Hatta enggan mengatakan calon yang cocok untuk mengisi kursi Kepala BKPM. Namun ketika dimintai kometarnya terhadap sosok Dino Patti Djalal, Hatta mengaku Dino memiliki kemampuan untuk mengepalai BKPM. “Pak Dino memiliki kemampuan di nasional maupun internasional. Sebagai duta besar dan sebagai staf khusus presiden yang sangat mengerti dan berpengalaman,” pungkas Hatta. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…

Struktur Baru Pajak Otomotif Paling Cepat Tuntas Triwulan I

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengharapkan struktur pajak baru bagi industri otomotif untuk mendorong produksi kendaraan jenis sedan dapat selesai paling…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Berantas Pungli, Pelindo I Luncurkan E-Berthing

  NERACA Riau - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan Launching E-berthing di Pelabuhan Sri Bintan Pura,…

Konsumen Berhak untuk Tarif Listrik Wajar

  NERACA Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumen berhak atas tarif listrik…

Proyek Irigasi di 2018 Bertambah 2.000

  NERACA Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jumlah proyek irigasi nasional pada 2018 tercatat…