Kekurangan Investasi Emas

Emas menjadi salah satu investasi besar yang menjanjikan. Pasalnya, sejak beribu-ribu tahun lalu, emas sudah menjadi symbol kejayaan dan kemapanan. Emas juga menjadi alat perencanaan dan mewujudkan impian yang paling adil serta akurat.

Selama usia peradaban manusia juga, emas sudah sangat teruji ketangguhannya dan tidak ada logam lain yang dapat menggantikannya, baik dari segi nilai atau keindahan dari emas itu sendiri.

Investasi emas dapat melalui beberapa jenis atau media emas seperti batangan, tabungan emas, koin emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun sampai dengan membeli kontrak berjangka komoditi emas.

Setiap jenis-jenis investasi tentunya selalu memiliki karakter masing-masing, mempunyai kekurangan serta kelebihan. Begitu pula dengan investasi emas. Emas memiliki banyak kelebihan, yakni dianggap tidak terpengaruh terhadap inflasi, investasi dalam emas cukup bagus sebgai cara untuk mendiversifikasi harta.

Para investor bisa saja berinvestasi di saham, properti atau yang lainnya dan investasi di emas bisa menjadi alternatif yang tepat, terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk lindung nilai.

Salah satu kelebihan lainnya adalah harga emas yang juga dipatok dalam dolar AS, jadi bila terjadi peningkatan nilai dolar AS, investor dapat memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dolar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri.

Ya, saat terjadi krisis ekonomi nilai emas akan semakin naik dengan cepat, alasannya adalah karena pada saat krisis ekonomi terjadi, para investor akan cenderung memilih investasi yang lebih aman dan emaslah yang dinilai paling aman.

Namun, selain memiliki banyak kelebihan, investasi emas juga memiliki kelemahan. Hal ini cenderung kurang diperhatikan oleh mereka yang ingin berinvestasi di emas. Apa saja kelemahan di investasi emas ?

Kelemahan yang pertama adalah kecilnya impak terhadap ekonomi mikro secara nyata. Artinya semakin besar anda berinvestasi emas yang tidak secara otomatis, maka membuat perputaran ekonomi semakin membesar juga.

Kelemahan selanjutnya adalah emas sangat beresiko tinggi jika disimpan di dalam rumah apalagi dengan jumlahnya banyak. Berbeda dengan investasi properti yang komoditinya riil, seperti bangunan yang tidak mungkin akan dicuri. Untuk itu jika bermain dengan investasi emas anda harus memikirkan secara matang akan keamanan emas tersebut.

Selain itu, jika dilihat dari segi leverage, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menambah penghasilan dengan investasi emas ini. Apalagi bila berinvestasi dengan teknik mencicilnya lewat bank syariah, jadi anda tidak memiliki kendali akan emas anda sebab masih dititipkan di bank tersebut.

BERITA TERKAIT

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia  NERACA Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mengusut…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

Hartadinata Targetkan Penjualan Tumbuh 20% - Optimis Bisnis Emas Bersinar

NERACA Jakarta – Masih tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, mendorong PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk memasang target pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…