SMI Kejar 5-6 Proyek Pipeline

Semester II 2013

Senin, 02/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tahun ini akan mengejar 5-6 proyek pipeline di semester II 2013 ini. ”Lima sampai enam proyek di paruh kedua tahun ini mau dikejar. Ada dari sektor kelistrikan. Kemudian ada dari pelabuhan. Tol ada. Pelabuhan belum ada. Dan (ada dari) sektor air, water supply,” kata Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini di Jakarta, Jumat (30/8) pekan lalu. Proyek-proyek PT SMI, kata Emma,masih akan didominasi oleh tiga sektor, yaitu kelistrikan, water supply, dan transportasi. Meskipun PT SMI juga menggarap sektor lain, seperti telekomunikasi, pengairan, jalan tol dan jembatan tol, minyak dan gas, serta air limbah dan persampahan.

Proyek di sektor kelistrikan, kata Emma, akan berada di Sumatera. Namun Emma enggan menjabarkan proyek-proyek di sektor lainnya. “Nanti tepatnya setelah kita closing,” kata dia. “Dengan proyek-proyek pipeline itu, kami optimis sampai akhir tahun mencapai target Rp4 triliun. Sementara sampai mid Agustus ini sudah Rp2,7 triliun,” jelas Emma. Dia menuturkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah tidak adanya pembiayaan, tetapi tidak adanya proyek yang benar-benar siap untuk memancing investor. Penyiapan proyek belum maksimal.

“Investor asing kalau ingin melakukan pembiayaan, akan melakukan due diligence, dan sebagainya. Itu yang belum mencukupi meyakinkan investor. Investor sering datang, tapi proyeknya mana? Saya sering malu dengan investor asing,” kata Emma. Persoalan yang tidak kalah pentingnya, kata Emma, adalah ketiadaan koordinasi yang cukup antar-Pemerintah Pusat sendiri maupun lintas Pemerintah Daerah. Sebagai contoh adalah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang memanfaatkan keberadaan mata air Umbulan.

Rencana proyek ini adalah mengalirkan debit air sebesar 4.000 liter per detik dari mata air Umbulan ke beberapa kabupaten/kota di seketarnya, yaitu Kabupaten/Kota Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik dengan sistem pemompaan dan pipa transmisi sepanjang 96,7 kilometer. Tapi sampai sekarang masih terkendala koordinasi yang belum memadai. “Sudah sejak 30 tahun lalu kita mengenal Umbulan, tapi sampai sekarang belum mengalir juga air Umbulan. Betapa sumber daya alam kita disia-siakan karena tidak ada koordinasi yang baik antar-stakeholders, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah,” jelas Emma.

Proyek lain yang juga menjadi showcase proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) oleh PT SMI adalah proyek Kereta Api Bandara Soekarno Hatta atau dikenal dengan proyek KA Bandara. Proyek ini merupakan proyek penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian dari Halim ke Soekarno Hatta, yang ditujukan sebagai KA ekspres dengan pelayanan premium yang ditujukan untuk calon penumpang pesawat terbang. Tetapi sayang, proyek ini tidak bisa berjalan sesuai yang diharapkan. “Proyek KA Bandara sudah selesai Pra-FS-nya (feasibility study). Setengah tahun berlalu tidak ada keputusan. Dari Kementerian Perhubungan memang sedang berproses, tapi ini yang perlu dipercepat,” kata Emma.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa kurang bersaingnya ekonomi Indonesia adalah karena lemahnya infrastruktur. “Saya yakin semua sepakat tentang itu, tapi tampaknya belum semua sepakat bahwa hal itu harus segera kita selesaikan, kalau tidak, daya saing kita akan ketinggalan. Kenapa banyak yang belum sepakat? Sebagai contoh, berbagai isu atau hambatan yang sering mengganggu infrastruktur, misalnya land acquisition. Sampai sekarang itu masih menjadi masalah utama,” kata Bambang. [Iqbal]