Nusa Konstruksi Lepas 18,7 Juta Saham

NERACA

Jakarta- Di tengah isu pembelian kembali (buyback) saham emiten, manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) justru berencana menjual 18.686.500 saham treasury stock. Saat ini pihak manajemen mengaku masih menunggu saat yang tepat (wait and see) untuk melakukan penjualan saham treasury stock tersebut.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (29/8). Disebutkan, jumlah saham yang akan dijual tersebut merupakan hasil buyback 2009. Sementara dalam rencana bisnis tahun ini, perseroan berencana membidik beberapa proyek Pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kinerja perseroan. Bahkan, manajemen perseroan mengaku telah mendapatkan izin untuk mengikuti tender di Arab Saudi untuk pembangunan infrasktruktur.

Targetnya, perseroan dapat mengantongi nilai kontrak baru hingga Rp1,80 triliun pada tahun 2013, “DGIK menargetkan kontrak baru selama 2013 senilai Rp1,65 triliun- Rp1,80 triliun, atau meningkat sekitar10%-20% dibandingkan dengan target tahun lalu.” kata Sekretaris Perusahaan, Djohan Halim.

Menurut dia, hal tersebut ditopang adanya kontrak lanjutan (carryover) dari proyek tahun lalu yang diperkirakan mencapai nilai Rp 1,3 triliun. Perseroan menargetkan pendapatan usaha akan tumbuh 10%-15% pada tahun 2013 dengan diselesaikannya proyek carryover tersebut, juga kontrak baru yang akan langsung dikerjakan tahun ini.

Hingga semester pertama 2013, perseroan telah berhasil mendapatkan kontrak baru senilai 800 miliar rupiah. Selain fokus menggarap proyek infrastruktur dan konstruksi, perseroan juga melebarkan sayap bisnisnya dengan membangun pembangkit listrik mini hidro (PLTMH). Perseroan menargetkan sampai dengan lima tahun ke depan akan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 50 megawatt (mw) dengan total investasi mencapai 100 juta dollar AS atau hampir mencapai 1 triliun rupiah.

Disebutkan, sekitar 70% dari nilai proyek, berasal dari pinjaman perbankan, sedang 30% sisanya dihasilkan dari kas internal perseroan. Rencananya, pada tahun ini perseroan akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 4 mw di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dan 7 mw di wilayah Sumatra Selatan dengan nilai investasi sekitar US$2 juta dolar per megawatt. (lia)

BERITA TERKAIT

Kembangkan Ekspansi Bisnis - Panca Budi Idaman Perkuat Modal Anak Usaha

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan bisnis dan juga pengembangan usaha, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menambah modal anak usaha…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Citra Putra Fokus Kembangkan Bisnis Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Kenaikan anggaran kesehatan dalam APBN 2020 dan juga kenaikan iuran BPJS Kesehatan memberikan sentimen positif terhadap kinerja…

Audiensi Dengan Wakil Presiden - IPEMI Siap Dukung Masterplan Ekonomi Syariah

NERACA Jakarta – Memacu pertumbuhan ekonomi syariah yang menjadi perhatian pemerintah dengan terus mengembangkan berbagai basis industri syariah, termasuk mengarap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

Saham DEAL Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi perdagangan saham PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) karena telah terjadi…

WINS Raih Kontrak Sewa Kapal US$ 40 Juta

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengantongi kontrak penyewaan dua unit kapal…