TAXI Bagikan Dividen Rp 21,456 Miliar

NERACA

Jakarta – Berkah mencatatkan keuntungan, perusahaan layanan transportasi darat PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) akan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 10 per saham atau sebesar Rp 21,456 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/8).

Kata Corporate Secretary perseroan Merry Anggraini, besaran dividen tersebut diambil 27% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar Rp 79,4 miliar, “Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan tertanggal 29 April 2013, “ujarnya.

Dividen dibagikan pada Kamis, 22 Agustus 2013 kemarin yaitu sebesar Rp 10 per lembar. Sementara sisa laba bersih perseroan akan digunakan untuk implementasi strategi ekspansi usaha perusahaan dan cadangan umum sebagaimana yang disyaratkan undang-undang perseroan terbatas.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan merencanakan untuk menambah 2.000 unit armada taksi reguler, sehingga ditargetkan menjadi 10.035 unit sampai akhir tahun nanti. Untuk saat ini, jumlah armada taksi reguler Express telah mencapai lebih dari 8.800 unit.

Selain itu, perseroan juga menargetkan untuk menambah 5 pool baru di area Jadetabek untuk tahun 2013. Dari target tersebut, Perseroan sudah mendapatkan 3 lokasi baru untuk pool dan masih mencari lokasi untuk 2 pool lainnya, “Pembagian dividen ini juga menunjukkan keberhasilan kinerja keuangan perusahaan. Tahun ini dengan strategi ekspansi usaha serta peningkatan layanan dan efisiensi perusahaan, kami yakin kinerja keuangan Perseroan juga terus meningkat,” jelas Merry.

Disemester pertama tahun ini, Express Group membukukan laba bersih sebesar Rp 60,5 miliar. Pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan Perseroan yaitu Rp 59 miliar. Jumlah laba bersih meningkat 54% jika dibandingkan laba bersih di periode yang sama pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp 39 miliar.

Perseroan juga menegaskan, dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Pasalnya perseroan menerapkan sistem kemitraan dengan pengemudi taksinya, sehingga kenaikan tarif taksi semata-mata untuk menyesuaikan pendapatan pengemudi.\"Setoran pengemudi tetap tidak naik walaupun BBM naik, tarif kami naik hanya untuk menyesuaikan pendapatan mitra kami yang tentunya berkurang jika tarif taksi tidak dinaikan sementara BBM naik. Karena pengeluaran untuk membeli bensin dibebankan ke pengemudi,”kata Direktur Keuangan TAXI David Santoso. (bani)

BERITA TERKAIT

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar NERACA Kuningan – Dalam menyelaraskan aksi kampanye para pasangan calon yang akan bertarung…

BPOM Temukan Produk Impor Ilegal Rp 146,8 Miliar

NERACA Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI bekerja sama dengan aparat keamanan berhasil menemukan produk impor ilegal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…