Sugih Energy Akuisisi Saham Petroselat Ltd

NERACA

Jakarta – PT Sugih Energy Tbk (SUGI) menyatakan bahwa telah mengakuisisi keseluruhan saham yang dikeluarkan oleh PT Petronusa Bumibakti (PB) dan International Mineral Resourches Inc (IMR) dimana kedua perusahaan ini merupakan pemegang 55% dari partisipating interest Petroselat Ltd yang menjadi operator Selat Panjang PSC di Propinsi Riau.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/8).

Disebutkan, perseroan telah melakukan transaksi terhadap kedua perusahaan tersebut pada 30 Juli lalu. Transaksi terhadap saham PB dan IMR merupakan transaksi material dengan nilai transaksi antara 20% hingga 50% dari ekuitas perseroan.

Menurut Sekretaris perusahaan Fachmi Zarkasi dalam keterbukaan informasinya, menyatakan bahwa transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang nantinya laporan keuangan Petroselat Ltd akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan PB dan IMR. Selanjutnya laporan keuangan PB dan IMR akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan perseroan.

Perseroan berharap laporan keuangan konsolidasi ini akan dimuat terhitung mulai laporan keuangan interim pada triwulan ketiga 2013 mendatang. Diketahui hingga saat ini perseroan masih dalam tahap negosiasi dengan pihak penyedia dana terkait kewajiban pelunasan yang akan dibayar perseroan untuk akuisisi kedua perusahaan tersebut.

Pada Juni lalu, diketahui perseroan memulai proses pengeboran pada sumur eksplorasi Akatara-2, yang merupakan sumur eksplorasi ketiga pada blok Lemang PSC, di mana Perseroan memiliki participating interest sebesar 49% melalui anak usahanya Eastwin Global Investments Ltd.

Dia menyatakan bahwa proses pengeboran terhadap sumur eksplorasi Akatara-2 ditargetkan mencapai kedalaman kurang lebih 7.500 feet, dan ditargetkan untuk mencapai kedalaman dari Formasi Batu Pasir Intra Gumai, Formasi Talang Akar Atas, Formasi Talang Akar Bawah dan Lapisan Basement Kristalin.“Perseroan memperkirakan aktivitas pengeboran eksplorasi dapat terselesaikan dalam jangka waktu 26 hari, yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses pengujian dan pengambilan data dari sumur eksplorasi Akatara-2 tersebut”, jelas dia.

Melalui salah satu anak usahanya, PT Resouces Jaya Teknik Management Indonesia (RMI), perseroan telah memperoleh kontrak jasa pengeboran 1.500 HP Fast Moving Drilling Rig Services. Menurut dia, kontrak itu diperoleh dari PT Vico Indonesia dengan nilai kontrak US$53 juta yang berlaku untuk jangka waktu sepanjang tiga tahun.

Dia menambahkan bahwa perseroan berharap penghasilan yang diperoleh RMI berdasarkan kontrak jasa pengeboran proyek Vico dapat turut menyumbangkan tambahan penghasilan bagi perseroan untuk tahun buku yang akan datang.

Selain itu, dalam aksi korporasinya yang lain, perseroan telah mencapai target kedalaman 6.400 feet dalam kegiatan pengeboran pada sumur eksplorasi Akatara-1 dari Blok Lemang PSC, Jambi. Setelah selesai proses pengeboran tersebut, perseroan akan melakukan proses pengambilan data dan proses pengujian terhadap kandungan yang terdapat di dalam sumur tersebut.

“Setelah itu, perseroan akan segera menyampaikan hasil pengeboran secara menyeluruh atas kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Akatara-1 kepada publik dan otoritas pasar modal. Dari proses yang saat ini tengah berjalan, perseroan optimis hasil pengeboran atas sumur eksplorasi Akatara-1 terindikasi baik”, jelas Fachmi. (nurul)

BERITA TERKAIT

Cottonindo Ariesta Bidik IPO Rp 45 Miliar - Danai Akuisisi Lahan

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, produsen kapas kecantikan dan kesehatan PT Cottonindo Ariesta bakal mencari modal di pasar dengan…

Saatnya Investor Ritel Koleksi Saham Murah - Gejolak Harga Saham

NERACA Jakarta – Fluktuatifnya harga saham di pasar modal, biasanya memberikan kekhawatiran tersendiri bagi investor ritel bila nilai investasinya bakal…

Pratama Abadi Bidik Dana IPO Rp 16 Miliar - Lepas 150 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Ditengah beberapa perusahaan menjadwal ulang rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), beda dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…