Wamen PU Berharap Dorong Sektor Jasa Konstruksi

Konstruksi Indonesia 2013

Jumat, 16/08/2013

NERACA

Jakarta – Perhelatan akbar Konstruksi Indonesia 2013 yang akan dilaksanakan pada 13-15 November 2013 mendatang diharapkan dapat mendorong sektor industri dan jasa konstruksi di Indonesia. Menumbuhkembangkan kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap kemampuan pelaku konstruksi nasional dalam menghasilkan produk-produk infrastruktur merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pelaku konstruksi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak. “Acara ini juga dapat menjadi ajang promosi dalam rangka membangkitkan investasi dan gairah konstruksi nasional,” kata Dardak di Jakarta, Kamis (15/8).Dia menilai, sejauh ini telah terjadi peningkatan pada industri konstruksi Indonesia. Contoh yang paling mudah terlihat adalah bahwa dahulu ketika membangaun infrastruktur jembatan, semuanya dibangun di lapangan. Biaya konstruksinya menjadi mahal, kualitasnya pun terbatas.

Hal ini berbeda dengan sekarang, misalnya, pembangunan Jalan Cipete Raya yang dibuat dengan skala massal di pabrik yang akhirnya dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi. Manajemen selama masa konstruksi juga membaik. “Industri konstruksi juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan nasional. Industri konstruksi tumbuh lebih besar. Bahkan saat di Eropa sulit petumbuhannya, pertumbuhan kita ditopang industri konstruksi,” jelas Dardak.

Secara agregat, lanjut dia, industri konstruksi menyumbang lebih dari 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini sangat signifikan.Konstruksi Indonesia telah diselenggarakan sejak 2003. Acara ini diharapkan menjadi sarana informasi dan komunikasi dunia konstruksi Indonesia. Para tahun ini Konstruksi Indonesia mengangkat tema Mempersiapkan Daya Saing Konstruksi Indonesia Menghadapi Era Masyarakat ASEAN.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional, Tri Widjajanto merasa banyak manfaat yang dapat diambil dari Konstruksi Indonesia. “Yang kami rasakan dari penyedia jasa itu suatu apresiasi dan pembentukan kompetensi. Dengan adanya Konstruksi Indonesia ini, misalnya lomba foto konstruksi, itu bisa kita bawa ke dalam, pelajari dan bisa buat seperti itu. Manfaatnya besar dan bergengsi. Event ini untuk meningkatkan daya saing korporasi,” jelas Tri. [iqbal]