Rinso Ajak Masyarakat Berbagi Pakaian Bersih - Baju Baru Cerita Lama

Pakaian merupakan penanda identitas juga sekaligus pernyataan sikap yang mencerminkan pandangan dunia yang dipilih seseorang. Karakter, kepribadian, keadaan sosial bahkan pandangan politik seseorang dapat terlihat melalui pakaian. jika kebudayaan adalah sesuatu yang bergerak secaa terus-menerus, begitu pun pakaian (sebagai produk budaya) juga terus bergerak.

Selain itu, pakaian yang dikenakan menyimpan cerita pengalaman hidup. Ya, selain menjadi kebutuhan primer manusia, sebuah pakaian mempunyai makna tertentu bagi pemakainya. Pakaian bersih juga menjadi salah satu penyokong utama manusia terutama anak-anak untuk terus bisa mengeksplorasi dunianya, dan belajar dari pengalaman di dalam dan luar ruangan.

Mengukuhkan komitmen untuk membuka mata para Ibu lewat kampanye Berani Kotor itu Baik, Rinso berinisiatif membentuk gerakan Baju Lama untuk Cerita Baru, sebuah ajakan berbagi pakaian bersih untuk mendukung kenyamanan beraktivitas dan menemani cerita hidup yang akan dialami anggota masyarakat yang membutuhkan.

Hira Triadi, Marketing Manager Laundry Category PT. Unilever Indonesia menuturka bahwa Baju Lama untuk Cerita Baru menjadi jembatan bagi pihak pemberi untuk dapat menyalurkan keinginannya melakukan kebaikan, juga memberi akses kepada pihak yang membutuhkan untuk menerima kebahagiaan melalui bantuan baju bersih yang diberikan.

“Melalui rangkaian produk dan kegiatan yang dilakukan Rinso, kami berharap dapat selalu menginspirasi ibu Indonesia untuk melihat cerita-cerita positif dari aktivitas yang berhubungan dengan pakaian. Kami juga berharap dari pakaian yang terkumpul dapat melahirkan cerita-cerita baru bagi para penerima, dan lebih jauh dapat menginspirasi masyarakat luas agar tergerak berbagi kebaikan kepada sesame,” kata Hira.

Gerakan Baju Lama untuk Cerita Baru secara aktif mengumpulkan pakaian dari masyarakat di beberapa tempat seperti: perkantoran, perumahan, sekolah, tempat ibadah, dan tempat-tempat potensial lainnya di Jakarta.10.000 pakaian telah berhasil dikumpulkan, yang kemudian dibersihkan menggunakan Rinso lalu dikemas secara rapi satu per satu layaknya baju baru. Pakaian ini selanjutnya diserahkan kepada 10 Panti Asuhan terpilih dan juga ke beberapa pihak lain yang membutuhkan di daerah Jakarta dan sekitarnya agar dapat menemani cerita mereka di Hari Raya Idul Fitri.

Sebagai puncak kegiatan sekaligus untuk berbagi keceriaan, Rinso sebagai inisiator, menggelar acara silaturahmi yang mempertemukan pihak pemberi dan penerima pakaian dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Di acara ini, secara simbolis dilakukan penyerahan pakaian yang telah berhasil dikumpulkan kepada perwakilan penerima yang kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama dengan anak-anak penerima di Balai Kartini, Jakarta, 30 juli lalu.

Related posts