Kemenristek Siap Ciptakan Obat-obatan Baru

Gandeng Novartis di BioCamp 2013

Sabtu, 24/08/2013

Novartisdengan Kemenristek RI bekerjasamamenjadi wadah pengembangan SDMguna meningkatkan kualitas hidup dan produktifitas melalui penemuan bioteknologi inovatif untuk pengobatan yang menargetkan penyakit kronis tertentu.

NERACA

Sebagai salah satu negara dengan populasi manusia usia lanjut (manula) terbesar, Indonesia memerlukan bioteknologi guna meningkatkan kualitas hidup dan produktifitas melalui penemuan bioteknologi inovatif untuk pengobatan yang menargetkan penyakit kronis tertentu. Untuk menyediakan wadah pengembangan SDM dan Inovasi dalam bidang bioteknologi dan kepemimpinan untuk kemajuan bangsa, Novartis dan Kementrian Negara Riset dan Teknologi RI kembali menyelenggarakan Ristek-Novartis Biotechnology Leadership Camp (BioCamp) 2013.

Karena itu, Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan populasi manula terbesar, Novartis menyadari bahwa semakin meningkat pula kebutuhan obat-obatan seiring dengan munculnya berbagai jenis penyakit kronis yang membutuhkan pendekatan dan obat-obatan baru, salah satunya melalui bioteknologi. "BioCamp tahun ini diharapkan dapat menemukan generasi muda berbakat yang akan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui inovasi mereka di bidang bioteknologi,” ucap Presiden Direktur Novartis Indonesia, Dr. Luthfi Mardiansyah.

BioCamp kali ini, diikuti 26 peserta terpilih yang terdiri dari mahasiswa pasca sarjana lintas bidang studi; bioteknologi, kedokteran, kesehatan publik, farmasi dan bisnis dari berbagai universitas ternama di Indonesia, merupakan agenda rutin Novartis sejak tahun 2005 yang memberikan para peserta kesempatan unik untuk berdiskusi dengan para pakar di bidangnya, untuk menambah wawasan dalam bidang bioteknologi dan kepemimpinan. Dua pemenang Ristek-Novartis BioCamp 2013 akan mewakili Indonesia untuk berpartisipasi di BioCamp tingkat global yang akan diadakan di Novartis Headquarters di Basel, Swiss pada 25-27 Agustus mendatang.

“Bekerjasama dengan Kemenristek RI, Novartis berharap BioCamp dapat menjadi wadah pengembangan SDM dan inovasi yang akan menemukan bakat-bakat muda baru dengan jiwa kepemimpinan tinggi dan wawasan bioteknologi yang mampu bersaing di industri farmasi maupun bioteknologi yang dinamis dan berkembang pesat,” kata Luthfi.

Kontribusi di Bioteknologi

Melanjutkan tradisi BioCamp 2012, tahun ini Novartis kembali membuka kesempatan bagi bakat muda terpilih untuk berperan aktif dalam berkontribusi di bidang bioteknologi dan farmasi melalui program Novartis Academy. Program berdurasi 6 bulan ini memberikan kesempatan unik dan nyata bagi peserta terpilih untuk terjun langsung di industri farmasi untuk secara langsung memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang ke depannya berguna bagi perkembangan mereka untuk menjadi generasi yang mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

“Harapan Kemenristek untuk menemukan bakat-bakat muda yang mampu mengembangkan bidang bioteknologi di Indonesia, karena salah satu kunci kemajuan bangsa terletak pada bakat-bakat muda yang merupakan SDM bangsa ini,” ucap Prof. Amin Soebandrio PhD, Staf Ahli bidang Kesehatan dan Obat, Kemenristek RI.

Ristek-Novartis Biotechnology Leadership Camp (BioCamp) 2013 diresmikan oleh Menteri Negara Riset & Teknologi Republik Indonesia di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BioCamp 2013 merupakan inisiatif PT Novartis Indonesia (Novartis) dan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek RI) untuk menyediakan wadah pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi dalam bidang bioteknologi dan kepemimpinan untuk kemajuan bangsa dan merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-18.

HAKTEKNAS ke-18 yang mengusung tema “Inovasi untuk Kemajuan Bangsa”, kali ini menitikberatkan inovasi sebagai salah satu instrumen pendorong kemajuan bangsa melalui kontribusinya di bidang bioteknologi. "Sebagai salah satu dari rangkaian acara peringatan HAKTEKNAS ke-18, BioCamp merupakan salah satu cara menemukan bakat-bakat muda di Indonesia dengan integritas tinggi yang ke depannya dapat memberikan kontribusi dalam bidang bioteknologi dan farmasi,” ungkap Dr. Teguh Rahardjo, Staf Ahli Menteri Negara Ristek Bidang Pertahanan dan Keamanan, Kemenristek RI dan Ketua Umum HAKTEKNAS 2013.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, BioCamp 2013 kembali menghadirkan berbagai pakar sebagai pembicara tamu yang akan menjadi narasumber seputar topik bioteknologi, kesehatan, farmasi, karir serta kepemimpinan. Beberapa waktu lalu, tepatnya 5 Juli 2013, Ristek-Novartis BioCamp 2013 ditutup secara resmi dengan diumumkannya dua pemenang BioCamp 2013 dan akan menghadirkan dua pembicara yang merupakan pakar di bidang karir dan kepemimpinan.

“Menilai dari bakat muda yang berhasil ditemukan melalui biocamp tiap tahunnya, yang kian meningkat, kami optimis dapat terus berkontribusi dalam mencetak dan membina SDM tanah air untuk kemajuan bangsa kita sendiri.” tutup Dr. Luthfi.

Selain melalui BioCamp, Novartis akan terus menjalankan program-program serupa yang bertujuan untuk membantu peningkatan kualitas SDM sehingga mampu memberikan kontribusi lebih kepada kualitas kesehatan masyarakat Indonesia guna mewujudkan program “SEHATI Berkinerja” yang merupakan bagian dari program transformasi perusahaan “SEHATi Bersama, Sehatkan Indonesia!”