Pertumbuhan Ekonomi 6% Sulit Tercapai - Pemerintah Banyak Janji

NERACA

Jakarta - Akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Universitas Padjajaran Bandung, Ina Primiana, mengatakan bahwa pada 2013 ini sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan di atas 6% seperti yang dicita-citakan pemerintah. Apalagi mencapai target sampai 6,3% dalam APBN-P 2013. “Setelah kenaikan BBM yang tidak tepat waktunya, akan menekan daya beli. Belum lagi kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) mencapai 40%,” katanya, lewat pesan singkat kepada Neraca, pekan lalu.

Ina menambahkan, masih banyak janji pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur atau menghilangkan penyebab-penyebab ekonomi biaya tinggi, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. Sehingga ini juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi. “Jadi sulit untuk mencapai angka pertumbuhan 6% bila tidak ada perubahan-perubahan untuk mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi,” jelas dia.

Sementara secara terpisah Menteri Keuangan Chatib Basri tetap optimis Indonesia akan tumbuh di atas 6%. Menteri Keuangan yang baru bertugas satu triwulan itu berjanji akan berusaha keras untuk mencapai target tersebut. “Mungkin mencapai 6,3% susah, tapi akan diusahakan mencapai di atas 6%,” katanya.

Dia mengakui bahwa pertumbuhan sebesar 6,3% sangat berat untuk dicapai. Pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun ini sebesar 5,92%. Artinya, lanjut Chatib, pada semester kedua harus tumbuh sebesar 6,68% untuk mencapai target pertumbuhan 6,3%. “Harus ada extra effort di semester II 2013. Tapi dengan extra effort saja untuk mencapai 6,3% masih sangat berat,” terang Chatib. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Herborist Pasok 2500 Liter Hand Sanitizer ke RSPAD Gatot Soebroto

    NERACA   Jakarta - Pada awal Maret 2020, Presiden Joko Widodo, telah mengumumkan mulai terdapat orang yang dinyatakan…

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…