Ekonom Prediksi Agustus Masih Inflasi 1%

NERACA

Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan bahwa pada Agustus 2013 ini masih akan terjadi inflasi sekitar 1%. Meskipun inflasi sudah terjadi cukup besar di bulan Juli 2013, yaitu 3,29%, tetapi kemungkinan terjadi deflasi di Agustus 2013 sangatlah kecil.

“Kemungkinan bulan Agustus ini tetap akan terjadi inflasi, meskipun tingkat inflasinya lebih rendah dari Juli. Kira-kira inflasi masih bisa mencapai 1% pada Agustus,” kata Eko kepada Neraca, Senin (5/8).

Beberapa alasan yang mendorong inflasi Agustus sebesar 1%, lanjut Eko, adalah bahwa minggu pertama dan kedua Agustus ada momentum hari raya dan arus balik, sehingga berpotensi menimbulkan inflasi, terutama dari sektor transportasi dan harga pangan. Di sampinginflasi bulan Agustus ini juga masih akan dipengaruhi oleh dampak kenaikan BBM yang terjadi pada 22 juni lalu.

“Jika melihat perkembangan inflasi yang terjadi pada bulan setelah bulan dimana ada hari raya lebaran, setidaknya dari tahun 2010-2012), maka inflasi tetap terjadi, walaupun tidak sebesar bulan hari raya,” ujar Eko.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi bulan Juli sebesar 3,29%. Dengan begitu, angka inflasi kumulatif pada Januari-Juli 2013 menjadi 6,75%. Padahal pemerintah menarget inflasi akan berada pada angka 7,2% sepanjang tahun 2013. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Hasil Penelitian: Masyarakat Masih Permisif Pada Politik Uang

Hasil Penelitian: Masyarakat Masih Permisif Pada Politik Uang NERACA Jakarta - Hasil penelitian Founding Fathers House (FFH) menemukan bahwa 57,75…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

Bahan Kimia Organik Masih Mendominasi Impor Banten

Bahan Kimia Organik Masih Mendominasi Impor Banten NERACA Serang - Golongan barang bahan kimia organik masih mendominasi impor Banten pada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementerian Ragu Gunakan Anggaran, Alihkan Saja ke PUPR

NERACABogor - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalihkan anggaran kementerian, yang masih ragu ke Kementerian Pekerjaan Umum…

Defisit APBN Capai Rp102 Triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63…

Pemerintah Bakal Naikkan Iuran - Tekan Defisit BPJS Kesehatan

      NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tengah mengkaji kenaikan iuran…