1,2 Kilometer Viaduct Gentong Layani Arus Mudik

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Tasikmalaya - Viaduct Gentong sepanjang 1,2 kilometer yang menghubungkan Bandung dan Tasikmalaya siap melayani arus mudik tahun ini. “Ada beberapa rambu yang belum selesai, Jumat (2/8) ini diselesaikan. Kita perkirakan puncak mudik kan Jumat, Sabtu, Minggu. Jalan ini selesai sebelum itu,” kata Kepala Balai besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Bambang Hartadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (31/7) sore.

Pembangunan viaduct Gentong ini sejatinya dapat diselesaikan dalam waktu cepat, hanya saja persoalan pembebasan tanah menjadikan pembangunan molor sampai tiga tahun. “Pembangunan ini kalau ready cepat. Kendalanya kemarin di tanah,” ujar Bambang.

Kegiatan pembangunan jalan lingkar gentong ini berjalan dari Tahun Anggaran 2011 sampai 2013, dengan perincian Rp17,72 miliar di tahun 2011, Rp9,22 miliar di tahun 2012, dan Rp10,01 miliar di tahun 2013. Sehingga total dana yang dikeluarkan adalah Rp37 miliar.

Anggaran tersebut belum termasuk pembebasan tanah yang dilakukan oleh pemerintah setempat. “Yang Rp37 miliar itu hanya konstruksi, di luar pembebasan tanah, karena yang membebaskan lahan itu Pemerintah Provinsi,” jelas Bambang.

Sebelum dibangunnya jalan ini, kerap kali jalur Tasikmalaya – Bandung via Gentong mengalami kemacetan akibat sempitnya jalan. Kondisi jalan juga banyak tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Jika kendaraan besar seperti truk lewat, maka ketika truk tersebut berbelok, maka dari arah berlawanan harus berhenti dan dari arah yang sama sulit untuk menyalip akibat sempitnya jalan.

Pembangunan jalan lingkar Gentong kini dapat mengurai arus lalu lintas menjadi satu arah. Jalur eksisting digunakan dari arah barat menuju Timur. Sementara jalan lingkar Gentong yang baru dibangun digunakan dari arah Timur ke Barat.

“LHR (lalu lintas harian rata-rata) nya bisa jadi dua kali lipat. Yang tadinya LHR 30 ribu kendaraan per hari, kini bisa menjadi 60 ribu kendaraan per hari,” jelas Bambang.

Nantinya, jalur Selatan ini akan memadat akibat pengalihan jalur pemudik dari Pantura. Pada H-4 lebaran, truk-truk akan dilarang lewat, baik jalur Selatan maupun Utara, kecuali truk-truk pengangkut logistik seperti bahan-bahan makanan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan arus mudik.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Tasikmalaya Mundar mengatakan telah menguji coba jalan lingkar Gentong ini selama dua jam. “Kemarin kami bersama dengan Dinas Perhubungan dan Polsek setempat menguji coba jalan lingkar Gentong sekitar 2 jam, alhamdulillah tidak ada hambatan yang sangat menguatirkan. Artinya di tanjakan ini masih ada kendaraan yang bisa menyelip dan membawa angkutan,” kata Mundar. Namun, masih ada kekurangan pada rambu-rambu, kata dia.

Sementara Kepala Regu Jembatan Timbang Gentong, Dinas Perhubungan Jawa Barat Dadan Suganda mengatakan kekurangan rambu-rambu dan lampu tersebut akan dipenuhi oleh pihak pelaksana, dalam hal ini Bina Marga. “Kami sudah koordinasi dengan Bina Marga mana saja rambu yang dibutuhkan,” kata Dadan.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak menginstruksikan agar pemasangan penerangan jalan, rambu, dan pelebaran akses masuk viaduct Gentong dapat terselesaikan sebelum arus mudik lebaran. [iqbal]