Produksi Batubara Adaro Capai 24,94 Juta Ton

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyatakan produksi batubara pada kuartal kedua 2013 meningkat 12% secara year on year dan meningkat 18% secara quarter over quarter dengan total produksi mencapai 13,52 juta ton.

Head of Investor Relations Adaro Energy, Cameron Tough mengatakan, perseroan mencapai rekor baru kuartalan untuk produksi batubara pada kuartal kedua 2013 karena pada kuartal keempat tahun lalu perseroan berhasil memproduksi 13,31 juta ton. Alhasil, produksi batubara perseroan hingga semester pertama 2013 telah mencapai 24,94 juta ton batubara atau sekitar 50% dari target produksi akhir tahun ini sebesar 50-53 juta ton.“Panduan Adaro berdasarkan pada permintaan dari konsumen dan Adaro telah memiliki kontrak tonase sejalan dengan panduan produksi tahunan.” katanya di Jakarta, Kamis (1/8).

Pertumbuhan produksi pada kuartal kedua tahun ini, menurut dia, sebagian besar berasal dari meningkatnya produksi di tambang Tutupan dan Paringin. Perseroan memproduksi 1,62 juta ton dari Paringin, meningkat sebesar 80% dari kuartal pertama 2013 dan meningkat 548% dibanding kuartal kedua tahun 2012. Sementara pada semester pertama 2013, pihaknya mencatat telah menambang 2,52 juta ton di Paringin.

Produksi di Tutupan, sambung dia, juga meningkat 15% menjadi 10,06 juta ton dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 8,75 juta ton. Wara mengalami pertumbuhan produksi 4% q-o-q sebesar 1,84 juta ton dibandingkan kuartal pertama 2013 sebesar 1,77 juta ton.

Dia menuturkan,perseroan menjual 5% dari total produksi ke Cina pada semester pertama 2013 dan 6% untuk tahun 2012. Meskipun tanpa indikasi untuk meningkatkan ekspor dalam waktu dekat, perseroan akan berupaya mempertahankan volume ekspor ke Cina, “Adaro percaya bahwa Cina akan terus mengimpor batubara dari Indonesia, terutama produk dengan kalori rendah, yang dicampur dengan batubara yang berkalori lebih tinggi.” jelasnya.

Selain Cina, pihaknya meyakini India terus menunjukkan permintaan yang tinggi untuk batubara termal, sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan menjadi importir batubara termal terbesar kedua.

Tercatat, sepanjang Juni 2013, impor India meningkat hingga lebih dari 50% secara year on year menjadi 72 Mt. Meningkatnya permintaan pada semester pertama 2013 yang sebagian besar datang dari India dan Cina dinilai akan mendorong peningkatan ekspor Indonesia secara year on year sebesar 10,5% menjadi 204 juta ton.

Dia menambahkan, pada awal tahun ini perseroan memperkenalkan produk baru yang disebut Envirocoal 4700 (E4700) yang merupakan produk yang berdiri sendiri, bukan produk campuran dari tambang Tutupan bagian utara. Penjualan E4700 meningkat 144% menjadi 2,29 juta ton pada kuartal kedua 2013 dibandingkan 0,94 juta ton pada kuartal pertama dengan total 3,23 juta ton pada semester pertama tahun ini . Targetnya, produksi E4700 pada tahun ini mencapai 8 juta ton dan telah menandatangani kontrak untuk tonase.

Secara over all, total volume penjualan perseroan pada kuartal kedua 2013 mencapai 13,77 juta ton, meningkat 11% y-o-y dan 23% q-o-q. Selama kuartal tersebut, India merupakan mencatatkan porsi terbesar penjualan sebesar 22%. India pun tercatat meningkatkan total impor batubara pada semester pertama 2013 hingga 50% lebih. Meski demikian dia menegaskan, perseroan akan terus melayani dan mengutamakan pasar domestik yang mewakili 20% penjualan batubara perseroan pada semester pertama 2013. (lia)