Jalan Beton Pantura Sepanjang 229 Kilometer

NERACA

Jakarta – Jalur Pantura yang sibuk dengan pemudik saat lebaran sudah ditingkatkan menggunakan beton sepanjang 229 km. Pembetonan dilakukan selain karena lebih kuat, juga karena beton lebih tahan air ketimbang aspal. “Secara bertahap memang konstruksi jalan di Pantura akan ditingkatkan menggunakan beton, dan saat ini sudah berjalan sepanjang 229 km,” kata Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) bidang Keterpaduan Pembangunan Taufik Widjoyono di Jakarta, kemarin.

Kendaraan yang melintasi Pantura, lanjut Taufik, adalah sebanyak 40-50 ribu kendaraan per hari. Sekitar 30%-nya adalah truk. Saat ini pekerjaan peningkatan jalan tol dengan cara pembetonan dilakukan di antaranya Cikampek, Cirebon, dan Tegal. Ketiga tempat tersebut dilewati truk yang dengan intensitas yang relatif tinggi.

“Maintenance Pantura, proses pemeliharaan itu macam-macam, rutin, periodik. Dan peningkatan, sekarang yang ditingkatkan itu ada di antara Cikampek, Cirebon, dan Tegal. Itu memang lalu lintas truknya 30%, sehingga memang itulah konsentrasi kita untuk menangani,” kata Taufik.

Pekerjaan pembetonan ini harus dilaksanakan dengan hati-hati, karena penyelesaian betonisasi memerlukan waktu cukup lama. Taufik mencontohkan, bahwa dahulu, butuh waktu 20 hari sebelum beton tersebut bisa dilintasi. “Sekarang 7 hari jalan tidak boleh dipakai, maka itu apabila kita menggunakan beton harus sepotong demi sepotong, agar tidak mengganggu arus kendaraan yang melewati,” jelas Taufik.

Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan perubahan komposisi jalan tersebut dilakukan agar ruas jalan Pantura mampu menahan volume kendaraan yang diprediksi terus meningkat. Saat ini, Djoko mengatakan dari 1.300 kilometer jalan nasional di Pantura terdapat 229 km telah memakai beton, sedangkan 106 km diganti daur ulang. Djoko juga mengatakan, bahwa jalur Pantura yang diberi beton tersebar secara menyeluruh, hal ini untuk mengurangi kemacetan di beberapa jalur Pantura. [iqbal]

Related posts