Michelin Kampanyekan Aman Berkendara - Menimalisir Kecelakaan Saat Mudik

Terus bertambahnya jumlah kecelakaan lalu lintas setiap tahunya saat perjalanan mudik. PT Michelin Indonesia (PTMI), salah satu produsen ban unggulan dunia, kembali menggelar kegiatan tahunannya yaitu kampanye keamanan berkendara yang lebih dikenal dengan Fill Up With Air (FUWA).

Head of Public Affairs mereka, Nora Guitet mengatakan bahwa FUWA merupakan program rutin Michelin di seluruh dunia, yaitu pemeriksaan secara cuma-cuma kondisi ban dan tekanan angin ban. Kata dia, Michelin memiliki kepedulian akan keamanan berkendara serta memberikan edukasi dan kesadaran kepada pengendara tentang pentingnya peranan ban untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

\"Apalagi saat-saat seperti ini dimana banyak pengguna jalan yang akan melakukan mudik menjelang lebaran nanti. Selain pengecekan gratis tekanan dan kondisi ban, serta pengisian tekanan ban yang sesuai, tim kami nanti juga akan mengedukasi pengendara untuk selalu mengecek dan merawat ban dengan baik dan benar,” tuturnya.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 27-28 Juli kemarin yang bertempat di Lotte Mart Bintaro, pemeriksaan kondisi ban dan tekanan angin ban ini juga akan dilakukan di Posko Mudik di jalur Pantura, bekerjasama dengan Hino yang difokuskan kepada angkutan mudik untuk periode 4-11 Agustus.

Ia mengatakan kegiatan akan dilakukan di titik peristirahatan mudik di jalur Pantura, yaitu di daerah Indramayu (Jawa Barat) dan Weleri (Jawa Tengah). Di lokasi tersebut, Michelin akan mempersiapkan tim dan peralatan untuk melakukan pemeriksanaan kondisi ban dan tekanan angin ban.

“Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan keamanan berkendara serta kepatuhan akan tata tertib di jalan raya harus diterapkan sejak dini untuk merubah budaya berlalu lintas yang lebih baik,” ungkap Nora menjelaskan.

Menurut data World Health Organization (WHO), jalan raya merupakan pembunuh nomor tiga di dunia setelah penyakit Jantung Koroner dan Tubercolosis. Di Indonesia, menurut data Kepolisian Republik Indonesia, selama tahun 2012 pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun.

Selain itu, menurut data Departemen Perhubungan, jumlah kecelakaan selama Lebaran 2012 mencapai 5.233 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 908 orang, korban luka berat sebanyak 1.505 orang dan luka ringan 5.139 orang.

“Kami prihatin bahwa dari tahun-ke tahun tingkat kecelakaan lalu lintas terus meningkat. Michelin memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi untuk terus melakukan kampanye keamanan berkendara bagi masyarakat di Indonesia,” tambah Nora.

BERITA TERKAIT

2019, Saat Tepat Investasi Lahan di Bali

NERACA Jakarta-  Peningkatan industri sektor pariwisata di Pulau Dewata, Bali menyebabkan bertambahnya minat para investor untuk mencari peluang bisnis di…

Menjaga Berat Badan saat Momen Liburan

Saat libur datang, beragam godaan bermunculan. Bermacam makanan nikmat sering datang menggugah selera.Penelitian bahkan menunjukkan, rata-rata orang mengalami kenaikan berat…

Pasokan Beras Dipastikan Aman Sampai Mei 2019

NERACA Jakarta – Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh, menyatakan stok beras di gudang saat…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Lebih Positif di 2019

NERACA Jakarta – Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun…

Ford Gandeng Mahasiswa Untuk Riset Teknologi Swakemudi

Ford Motor Company Amerika meneken kesepakatan dengan Michigan State University (MSU) untuk menggelar penelitian bersama terkait teknologi kendaraan masa depan,…

GM Jual 200.000 Kendaraan Listrik di Amerika pada 2018

General Motors (GM) secara total telah menjual 200.000 kendaraan listrik di Amerika Serikat hingga akhir 2018, memicu penghapusan kredit pajak…