Minimalisir Tekanan Pasar, Likuiditas Harus Dijaga

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengimbau untuk menjaga likuiditas untuk meminimalisasi tekanan di pasar keuangan. \"Jadi, kalau dilihat dari sini, turbulensi di pasar keuangan pasti terjadi, nilai tukar akan tertekan. Jadi yang harus dijaga nomor satu adalah bagaimana goncangan ini menjadi minimal dengan menjaga likuiditas,\" kata Chatib di Jakarta, Selasa (23/7).

Dia menyebutkan penyerapan (absrobsi) dari Surat Utang Negara (SUN) dalam dua minggu terakhir mencapai Rp9 triliun hingga Rp10 triliun. \"Ini artinya likuiditas ada. Kematin, kita sudah keluarkan SUN senilai Rp1 triliun. Jika cadangan dari foreign exchange, maka likuiditas juga ada,\" ucapnya.

Menurut dia, salah satu upaya menghindari krisi adalah meningkatkan likuditas. \"Jika likuiditas ada, kemungkinan \'kekeringan\' likuiditas bisa dihindari karena krisis dimulai dari likuiditas yang kering di semua negara. Jadi, krisis sulit terjadi,\" terang Chatib.

Dia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Indonesia (BI) agar efek dari foreign exchange yang tipis tidak memukul nilai tukar rupiah hingga berdampak jauh. Chatib menambahkan antisipasi dari sisi domestik bisa dilakukan dengan dibukanya jalur-jalur distribusi arus barang bahan pokok, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu terkait importasi daging dan bahan pokok lainnya.

\"Karena ekspektasi inflasi tinggi, itu mendorong nilai tukar menjadi terdepresiasi. Ini penting untuk membuka jalur distribusi dan arus barang makanan,\" ujarnya. Dia menilai, jika distribusi bahan pokok tersebut dilakukan dengan baik, ekspektasi inflasi akan segera turun dan depresiasi rupiah akan mengecil serta tekanan SUN akan berkurang. \"Jadi, tekanan nilai tukar tidak telalu tinggi dan dari sisi BI sudah menunjukkan gesturnya dengan menaikkan suku bunga 6,5%,\" tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…