Penyakit Jantung Mendominasi Klaim Allianz

NERACA

Jakarta - Berdasarkan data klaim yang dimiliki Allianz Life Indonesia, tercatat bahwa penyakit jantung termasuk ke dalam tiga penyakit kritis yang paling banyak diklaim selama dua tahun terakhir. “Presentase klaim akibat serangan jantung pertama adalah 8,5% dari total klaim pada 2011 meningkat menjadi 13,7% dari total klaim pada 2012,” kata Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (17/7).

Sementara untuk usia rata-rata tertanggung yang mengajukan klaim yakni dikisaran 43 tahun, hal ini menunjukan bahwa penderita penyakit jantung terus bertambah setiap tahunnya. Head of Individual Policy Management and Claim Allianz Life Indonesia, Lanny Novianti mengatakan, peningkatan jumlah total klaim ini bisa menjadi salah satu indicator yang menunjukan munculnya fenomena gaya hidup yang kurang seimbang di masyarakat. “Sebenarnya masyarakat dapat merubah hal tersebut dengan mempraktikkan pola hidup kearah yang lebih sehat,” imbuh dia. Lanny juga, menjelaskan biaya pengobatan dan perawatan untuk penyakit jantung sejak pertama kali terdiagnosa memang cukup tinggi diatas Rp 200 juta apabila hingga tindakan operasi. “Hal ini akan terasa berat apabila kita tidak memiliki dana perlindungan yang memadai,” kata dia.

Untuk menjawab persoalan itu, Allianz kini memiliki produk asuransi yang dapat memberi manfaat multiple stage claim. “Produk manfaat asuransi SmartLink CI100 memberi perlindungan penyakit kritis yang paling komprehensif di Indonesia saat ini,” ujar, Joachim mengatakan perlindungan terhadap diri dan kondisi finansial memang dibutuhkan ketika kita masih sehat. Kita tidak akan pernah tahu kapan penyakit akan datang, kalau sudah terdiagnosa penyakit kritis maka hal ini sudah terlambat.

Sebelumnya, Allianz meluncurkan Allianz SmartLink CI100 ini hadir dengan perlindungan yang lebih menyeluruh serta perlindungan terhadap tertanggung juga dimulai dari kondisi awal (early stage) hingga kondisi akhir (advanced stage). Joachim mengatakan untuk beberapa penyakit kritis akan dilindungi hingga nasabah berada pada kondisi terparah (catastrophic stage). Selain itu, tertanggung akan mendapatkan perlindungan sampai usia 1100 tahun dan mereka memiliki fasilitas multiple claims selama manfaat polis asuransi tambahan yang berlaku. “Manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari SmartLink CI100 adalah ambahan uang pertanggungan jika tertanggung harus menjalani Angioplasty dan jika terdiagnosa Komplikasi Diabetes,” ujar Joachim.

Joachim berharap Allianz SmartLink CI100 dapat diterima dengan baik sebagai komitmen perusahaan dalam memberi yang terbaik bagi nasabah Allianz. Hasil survey yang dilakukan oleh Allianz terhadap 1.944 responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Manado, Bali, Surabaya dan Makasar menunjukan responden yang menyatakan bahwa mereka menyadari akan risiko penyakit kritis dan potensi tingginya biaya pengobatan yang diperlukan. [sylke]

BERITA TERKAIT

Impor Jagung dan Klaim Surplusnya

  Oleh:  Nailul Huda Peneliti INDEF  Masalah pangan sepertinya tidak pernah habis permasalahannya. Begitu kasus impor beras yang tidak ada…

MD Pictures Klaim Penjualan Melebih Target - Penjualan Tumbuh 66,89%

NERACA Jakarta - Belum setahun saham PT MD Pictures Tbk (FILM) tercata di pasar modal, namun emiten produsen film ini…

Ini Penyakit yang Meradang saat Musim Hujan

Musim hujan telah tiba, cuaca yang lebih sejuk akan menyapa. Namun, jangan berbahagia dulu, sebab di balik itu ada sederet…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

Sistem QR Code Bank Mandiri akan Diluncurkan Awal 2019

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Mandiri Pay sebagai sistem…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…