Mentan: 109 Ribu Sapi Akan Suplai Pasar Jabodetabek - Untuk Tekan Harga

NERACA

Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengaku sebanyak 109 ribu ekor sapi akan menyuplai pasar untuk menekan harga dalam waktu dekat. Ratusan ribu ekor sapi tersebut akan didatangkan dari feedloter-feedloter di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Lampung, guna memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Jabodetabek.

“Terkait daging sapi, kami akan utamakan dari feedloter yang ada sebanyak 109 ribu ekor. Ini yang akan menutup pasar sambil menunggu impor dari Bulog (Badan Urusan Logistik),” kata Suswono di Jakarta, Rabu (10/7). Dia juga menjelaskan, sebanyak 109 ribu ekor sapi tersebut sebagiannya merupakan bekas impor, dan sebagian lagi adalah sapi-sapi dari serapan lokal.

Awalnya, sapi-sapi tersebut digunakan untuk memasok kebutuhan daging sapi pada triwulan III 2013, tetapi ditarik untuk kebutuhan menjelang lebaran ini. “Nanti, mereka (feedloter) itu ingin kepastian apakah di akhir tahun akan tetap mendapat pasokan karena sudah ditarik untuk kebutuhan lebaran. Ini yang belum kita tentukan sehingga mereka juga belum berani melepas secara intensif. Saya kira dengan adanya kepastian ditambah di akhir tahun, maka akan cukup,” jelas Suswono.

Dia mengatakan, secara bertahap 109 ribu ekor sapi itu akan mulai turun pada minggu ini. “Yang 109 ribu itu sudah bisa turun minggu ini, karena besok (saya) akan bertemu dengan pelaku usaha. Ini untuk pasokan lebaran,” tambah dia. Pasokan dari feedloter ini adalah langkah dini untuk menekan harga di pasaran yang di beberapa tempat sudah mencapai angka lebih dari Rp100 ribu per kilogram.

Padahal tiga bulan sebelumnya, pemerintah berjanji akan menekan harga daging sapi sampai Rp71 ribu per kilogram. Data Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menyebutkan bahwa pada minggu kedua ini harga daging sapi secara nasional adalah Rp94 ribu per kilogram. Bulog yang sudah diberikan kewenangan untuk melakukan impor juga sebetulnya sudah mempunyai kontrak dengan Australia.

Hanya tinggal melakukan impor saja ke Indonesia. “Kami menunggu dari Kementerian Pertanian,” kata Direktur Utama Bulog Sutarto Ali Muso, dalam kesempatan yang sama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, menunggu itu maksudnya bukan menunggu persetujuan impor dari Kementerian Pertanian, karena itu sudah selesai.

“Menunggu izin itu karena daging masuk Soetta (Bandara Soekarno Hatta), maka tentu ini perlu karantina Soetta. Bukan izin memasukkannya. (Kalau izin memasukkannya) kata Mentan sudah selesai hari ini. Daging yang masuk nanti langsung kita gunakan untuk operasi pasar,” kata Hatta.

Terkait karantina di Soekarno Hatta, Suswono mengatakan bahwa memang ada aturan-aturan tertentu yang perlu ditaati. “Harus ada kontrak dengan Instalasi Karantina Hewan Sementara. Kebetulan Bulog belum punya itu. Ini yang akan segera kita carikan solusi tanpa melanggar aturan karantina karena itu sudah mengikat,” kata Suswono. Hatta menambahkan, daging yang akan masuk lewat Soekarno Hatta adalah sebanyak 200 ton dan dilakukan bertahap. Impor daging juga dilakukan lewat laut.

“Namun harus realistis juga, karena Bulog sudah lama tidak tangani daging. Kesalahan sedikit masih normal. Daging yang diimpor adalah daging beku, perlu dipikirkan menyangkut kehalalannya. Sapi siap potong juga ada aturan-aturan tertentu yang tidak mudah,” jelas Hatta. Namun begitu, Sutarto berjanji daging impor dari Australia tersebut akan masuk Soekarno Hatta dalam waktu satu minggu. “Minggu depan sudah mulai masuk,” kata Sutarto tegas. [iqbal]

Related posts