Aksi Jual Berlanjut, IHSG Bergerak Melemah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 29,825 poin (0,67%) ke level 4.403,800. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 3,016 poin (0,41%) ke level 728,213. Derasnya aksi jual investor asing menjadi pemicu melemahnya indeks BEI. Kondisi ini kontras, ditengah melemahnya indeks BEI sebaliknya bursa regional semuanya kompak menguat.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, penguatan indeks diawal perdagangan tidak berlanjut pada penutupan perdagangan saham, “Penguatan indeks Dow Jones tidak serta-merta membawa indeks BEI meningkat dan gagal untuk mengubah tren jangka pendek IHSG ke arah positif,\" kata dia di Jakarta, Selasa (9/7).

Dia memperkirakan, secara teknikal penutupan di bawah level psikologis 4.600 poin menandakan bahwa arah IHSG BEI masih berada dalam tren yang negatif. Karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya Bekasi Fajar (BEST), Wijaya Karya (WIKA), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Alam Sutera (ASRI).

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan bahwa maraknya pelaksanaan IPO diharapkan dapat menahan aksi jual saham oleh investor.\"Tahun ini, sudah ada sebanyak 23 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI, kami optimistis target 30 perusahaan dapat tercapai,\" ujar dia.

Dia mengharapkan perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di pasar modal dapat turut memberikan kontribusi pertumbuhan bagi pasar modal Indonesia. Pada perdagangan kemarin, pelemahan indeks BEI dipimpin saham-saham di sektor konstruksi.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 140.513 kali pada volume 4,486 miliar lembar saham senilai Rp 4,851 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 189 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak bergerak di zona hijau berkat dorongan positif dari penguatan pasar saham global semalam. Bursa Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan hingga 2,5%. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 85.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 750 ke Rp 7.750, Permata Prima (TKGA) naik Rp 240 ke Rp 1.640, dan Malindo (MAIN) naik Rp 175 ke Rp 3.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.500 ke Rp 28.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 26.150, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 650 ke Rp 6.750.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 22,571 poin (0,51%) ke level 4.411,054. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,714 poin (0,10%) ke level 731,943. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.949 kali pada volume 2,625 miliar lembar saham senilai Rp 2,462 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 203 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih kompak menguat di zona hijau berkat sentimen positif dari pasar global. IHSG menjadi satu-satunya indeks yang melemah di bursa regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 350 ke Rp 13.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 16.250, Telkom (TLKM) naik Rp 250 ke Rp 11.150, dan Permata Prima (TKGA) naik Rp 240 ke Rp 1.640.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.000 ke Rp 80.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 26.350, dan Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 13.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 29,18 poin atau 0,66% ke posisi 4.462,81, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,45 poin (1,02%) ke level 738,68 seiring pelaku pasar yang kembali mengambil posisi beli saham.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, beberapa pelaku pasar saham kembali mengambil posisi beli setelah harga saham pada perdagangan sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.\"Pelaku pasar kembali mengakumulasi saham-saham yang harganya sudah cukup rendah,\" katanya.

Dia menambahkan berbalik positifnya bursa saham Asia menjadi salah satu pendorong IHSG BEI kembali meenguat. Diperkirakan indeks BEI akan bergerak di kisaran 4.418-4615 poin.

Analis Samuel Sekurutas, Benedictus Agung menambahkan, IHSG BEI berpeluang cukup kuat untuk mengalami penguatan secara teknical pada Selasa seiring koreksi signifikan yang telah terjadi pada awal pekan kemarin, “Beberapa sektor yang terkoreksi signifikan kemarin diperkirakan bergerak menguat antara lain properti, konstruksi, perbankan, dan konsumer,\" katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 31,27 poin (0,15%) ke level 20.613,46, indeks Nikkei-225 naik 187,32 poin (1,39%) ke level 14.305,66, dan Straits Times menguat 17,24 poin (0,55%) ke posisi 3.172,36. (bani)

BERITA TERKAIT

Tren Jual-Beli Properti Bergeser ke Ranah Online

Tren Jual-Beli Properti Bergeser ke Ranah Online NERACA Jakarta - Tren jual-beli properti disebut terus bergeser ke arah daring (online)…

NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH

Sejumlah warga melakukan penukaran mata uang asing di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (15/5). Nilai…

IIMS 2019 Jual 10.148 Kendaraan, Total Transaksi Rp3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Sebanyak 10.148 kendaraan terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp3,1 triliun hingga hari kesembilan pameran Telkomsel International Motor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

Telkom Gelar Safari Ramadhan di Tarakan

Ramadhan kali ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di percaya Kementerian BUMN sebagai PIC bersama Perum Jamkrindo dan PT…

Kantungi Pinjaman Rp 119,92 Miliar - Multipolar Berikan Jaminan Bagi Anak Usaha

NERACA Jakarta - Dukung pengembangan bisnis anak usaha yang seret likuiditas, PT Multipolar Tbk (MLPL) memberikan jaminan atas pinjaman anak…