Menapakan Kaki Di Tugu Nol Kilometer Sabang

Tidak hanya terkenal dengan slogan ‘Dari Sabang sampai Merauke’ yang dipopularkan Presiden Soekarno. Sabang juga menjadi tempat wisata yang terkenal dan sangat diminati oleh para pelancong. Sabang dan Merauke adalah dua kota di ujung paling barat dan paling timur Indonesia yang kini sama-sama memiliki tugu nol kilometer.

Tugu Nol Kilometer RI atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol merupakan sebuah penanda geografis yang unik di Indonesia. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lokasi tugu ini terletak di areal Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, sekitar 5 km dariPantai Iboih. Letaknya di sebelah barat kota Sabang sekitar 29 kilometer atau memakan waktu sekitar 40 menit berkendara.

Datanglah ke ujung barat Indonesia ini untuk menapakkan kaki Anda di atas titik kilometer nol yang terbuat dari semen berbentuk lingkaran berdiameter 50 centimeter. Dengan menyambangi tempat ini juga Anda nantinya akan mendapat sertifikat dari agen penjalanan resmi mana pun di Sabang sebagai bukti pernah berdiri di titik nol kilometer Indonesia.

Di Pantai Iboihn dan Pantai Gapang marak akan Anda temukan beberapa café dan restoran yang menyajikan makanan khas Aceh dan Eropa. Makanan dan minuman di Pantai Iboih terhitung cukup lezat dengan harga terjangkau.Pesona alam laut dan hutan tropis di Sabang sepanjang perjalanan menuju tempat ini akan memberikan kesan yang menggetarkan sanubari. Anda juga dapat melihat hewan liar seperti kera ekor panjang yang senantiasa menunggu diberi makanan oleh pengunjung.

Pemandangan dari atas tugu sungguh sangat menawan dimana membentang samudera lepas yang seakan tak terbatas. Mengapa tidak tunggulah hingga Matahari larut di birunya air laut Samudera Hindia. Menikmatisunsetdi ujung paling barat kepulauan di Indonesia ini tak mungkin tersandingkan dengan pengalaman sunset serup di bagaian lainnya kecuali Tugu Nol Kilometer di Merauke.

Di sini akan Anda dapati banyak kera ekor panjang yang menjadi penguasa wilayahnya bersama seekor babi hutan yang dinamai masyarakat setempat sebagai \'Bro\'. Kedua jenis hewan ini terbilang jinak tetapi Anda tetap perlu berhati-hati terutama terhadap kera yang mengincar makanan yang Anda bawa.

BERITA TERKAIT

Saham Asuransi Tugu Pratama Turun 5,45% - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Resmi tercatat di pasar modal menjadi emiten ke-17, debut perdana PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU)…

Tugu Pratama Patok IPO Rp 3.850 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Tbk yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) menetapkan harga penawaran umum perdana…

KPK Terus Dalami Kasus Korupsi Dermaga Sabang

NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami terkait kasus tindak pidana korupsi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Langkah Kemenpar Memulihkan Industri Wisata usai Gempa

Pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan pariwisata di Lombok dan Bali dan cara mengembalikan kepercayaan wisatawan dunia. Menpar Arief Yahya menyatakan…

Geliat dan Tantangan Wisata Kapal Pesiar di Indonesia

Belum banyak wisatawan Indonesia yang melirik berwisata dengan kapal pesiar, pasalnya masih ada beberapa kesalahan penafsiran terkait kegiatan melancong itu.…

Wisman Peroleh Kemudahan Usai Gempa Lombok

Seorang turis asal Jerman, Barry memberikan kesaksiannya terkait bantuan yang didapatkannya usai gempa besar yang melanda Lombok pada pekan lalu.…