Mendukung Hari Anti Tembakau Sedunia

Hampir 75 % dari Masyarakat Desa Tosari, Jawa Timur, Masih Belum Bebas Asap Rokok. Hal ini karena merokok sudah menjadi kebutuhan khusus bagi masyarakat Tengger yang hidup di DesaTosari, di lereng Bromo ini.

NERACA

Beberapa pekan lalu, Tim Pencerah Nusantara bersama masyarakat Desa Tosari, Jawa Ti mur merayakan Hari Anti Tembakau Sedunia sebagai bagian dari upaya menyehatkan masyarakat dalam usaha mempercepat pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Acara yang dihadiri oleh Bupati Pasuruan, Dr. H. Dade Angga SIP, M.Si dan juga ratusan remaja SMP dan SMA di Tosari dilaksanakan dengan melakukan Long March Anti Tembakau.

Olivia Herlinda, lulusan Farmasi ITB yang tergabung dalam Tim Pencerah Nusantara yang dibentuk oleh Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (KUKP-RI MDGs) menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung juga oleh para Laskar Pencerah yang terdiri dari murid-murid SMP dan SMA yang ada di Desa Tosari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok.

Dari hasil pendataan Tim Pencerah Nusantara di 845 rumah yang ada di Desa Tosari, sebanyak 72,89% dari keseluruhan rumah yang di data masih belum terbebaskan dari asap rokok. Hal ini karena merokok sudah menjadi kebutuhan masyarakat Tengger yang hidup di Desa Tosari. \\\"Tetapi hal ini tidak berarti bahwa tidak ada yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah resiko penyakit akibat merokok,” tutur dia.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan di acara Hari Anti Tembakau Sedunia tersebut adalah Long March yang dilakukan oleh remaja-remaja Tosari diiringi dengan penampilan drama teatrikal mengenai bahaya merokok. Aksi teatrikal ini bercerita tentang fakta kehidupan petani tembakau dan juga dampak rokok terhadap wanita hamil dan bahaya rokok di dalam tubuh para penggunanya.

“Sambil melakukan Long March, kami juga mengganti setiap rokok yang ditemukan dengan permen dan juga menyediakan klinik khusus untuk pemeriksaan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk menggugah warga sekitar untuk dapat berhenti merokok atau jadilah perokok yang sadar akan lingkungan sekitarnya, seperti tidak merokok di depan ibu hamil, anak-anak, atau di tempat keramaian lainnya,” ungkap dia.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) di tahun 2011, terdapat sekitar 61 juta perokok di Indonesia yang hampir mencapai sepertiga atau 36%. Diperkirakan sekitar 63% pria di Indonesia merokok, dan sekitar 78% perokok sudah mulai mencoba untuk merokok sebelum menginjak usia 19 tahun.

Diah S, Saminarsih, Koordinator Program Pencerah Nusantara menekankan bahwa semangat yang dibawa oleh Tim Pencerah Nusantara dan masyarakat Desa Tosari sudah seharusnya menjadi semangat dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk meningkatkan kualitas kesehatan yang ada di masyarakat.

“Program Pencerah Nusantara ini difokuskan untuk melakukan pendekatan holistik-komprehensif dengan memperhatikan tidak hanya aspek kesehatan tetapi juga determinan-determinan sosial seputar kesehatan di komunitas setempat,” ujar Diah.

Tim Pencerah Nusantara sendiri tidak hanya mempunyai tugas untuk memperkuat layanan kesehatan primer bagi masyarakat setempat, namun lebih jauh memberdayakan potensi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, dan bahu membahu menjadi bagian dari perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.

Saat ini KUKPRI MDGs telah memulai proses rekrutmen awal tim Pencerah Nusantara gelombang ke-2 yang pendaftarannya telah dibuka sejak awal Mei 2013 secara online melalui www.pencerahnusantara.org. Pendaftaran terbuka untuk dokter, bidan, perawat, dan pemerhati kesehatan dari berbagai latar belakang akademis. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Facebook “Pencerah Nusantara” dan Twitter @pencerahnusa.

Berdasarkan Inpres No.3 Tahun 2010 ditetapkan adanya Jabatan Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs yang berperan membantu memperkuat dan menopang upaya dari kementerian terkait (Kesehatan, Keuangan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup) yang diwajibkan untuk memasukkan MDGs ke program mereka serta berperan merepresentasikan Presiden RI di forum-forum Internasional dan nasional.

Tujuan dari Kantor Utusan Khusus Presiden RI (KUKPRI) adalah membantu utusan khusus dalam memfasilitasi komunikasi dengan kementerian multi sektor maupun pada tingkat pemerintah daerah, dan menjadi katalisator yang diperlukan di antara berbagai pemangku kepentingan. Untuk melaksanakan tugas-tugas yang dimandatkan oleh Presiden tersebut, Utusan Khusus MDGs t elah membentuk organisasi kecil tapi sangat efisien yang diisi oleh para profesional senior dan relawan yang berasal dari kalangan akademi, sektor swasta, LSM, organisasi profesi maupun komunitas donor.

Related posts