Google Berantas Pornografi pada Anak - Donasi Rp 49,3 Miliar

Kehadiran dunia teknologi dan informasi merupakan hal yang banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Bagaimana tidak? Di era globlisasi seperti sekarang ini, dengan mengakses internet, berbagai macam informasi mudah didapatkan dengan waktu yang sangat singkat. Meskipun demikian, masih banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari internet khususnya bagi anak-anak.

Hal ini dibuktikan dengan banaknya peredaran foto dan video pornografi anak di internet yang semakin mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2011, National Center for Missing and Exploited Children mengklaim telah menerima 17,3 juta gambar dan video pelecehan anak, empat kali lebih banyak dibanding tahun 2007.

Berangkat dari hal tersebut, Google telah mendonasikan US$ 5 juta (sekitar Rp 49,3 miliar) untuk memberantas pornografi pada anak. Uang itu dibagikan pada beberapa organisasi non-profit yang fokus menangani masalah anak dan internet.

Selain memberikan donasi, Google juga berencana membuat database gambar khusus untuk membantu mengekang proliferasi pornografi anak, agar pornografi dan eksploitasi anak dari Internet bisa diberantas. Google juga berencana untuk membangun database gambar porno anak yang bisa dibagikan dengan perusahaan teknologi, aparat hukum dan badan amal di seluruh dunia. Dengan database ini mereka bisa bertukar informasi, berkolaborasi, dan menghapus gambar porno itu dari website.

\\\"Anak-anak rentan menjadi korban seksual dan menjadi korban lebih lanjut melalui distribusi gambar mereka,\\\" kata Google Giving Director Jacquelline Fuller dalam sebuah posting blog-nya.

Rencana Google ini dilatarbelakangi adanya tekanan dari politisi Inggris pada Google dan perusahaan mesin pencarian lainnya untuk meningkatkan filterisasi mereka. Perdana Menteri Inggris, David Cameron meminta Google menggunakan kapabilitasnya yang luar biasa untuk melakukan upaya lebih dalam mengatasi penyebaran gambar porno. Saat ini, Google bekerjasama dengan perusahaan teknologi lainnya dan bergabung dengan Koalisi Teknologi.

Related posts