Revitalisasi Keraton Cirebon Berasal dari Dana CSR

Banyak bangunan bersejarah yang menyimpan nilai historis dan memiliki nilai luhur di Indonesia. Seperti Cirebon misalnya. Dikota ini ada 4 keraton yang dinilai dapat menyaingi bangunan bersejarah di Roma. Keraton-keraton terebut adalah Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman dan Keraton Keprabonan.

Nilai historis dan luhur yang dimiliki keraton-keraton tersebut sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar, baik dari aspek ekonomi, sosial dan budaya. Oleh sebab itu, dengan upaya revitalisasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah, bangunan-bangunan bersejarah yang ada di kota ini dapat memaksimalkan fungsinya sebagai aset budaya dan menjadi salah satu destinasi para pelancong dari luar negeri.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Republik Indonesia, HR. Agung Laksono, nilai sejarah dan derajat 4 keraton sebagai pemangku adat dan pelestari nilai-nilai kebudayaan akan makin meningkat. Kondisi tersebut harus senantiasa diperjuangkan, dan wajib dipertahankan. Pasalnya, kemajuan itu, dapat meningkatkan penghidupan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar dan meningkatkan pendapatan pemerintah daerah.

Demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menyiapkan dana revitalisasi sebesar Rp350 miliar yang pada 2013 ini dana yang dikucurkan sebanyak Rp31 miliar. Untuk mendukung pemerintah pusat dalam percepatan revitalisasi keraton yang dicanangkan selama 5 tahun tersebut, Jamsostek beserta 3 perbankan turut berkontribusi dengan menggalang dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, Senior Vice President (SVP) PT Jamsostek Wilayah V Jabar, Teguh Purwanto, mengatakan dukungannya terhadap rencana revitalisasi keraton di Cirebon. Dukungan itu dilakukan Jamsostek bersama tiga perbankan, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (bank bjb), dan PT Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin). Teknis revitalisasi itu, disesuaikan dengan masing-masing progam CSR perusahaan.

“Dana CSR yang berhasil digalang senilai Rp 400 juta. Bantuan kami berupa pembuatan papan petunjuk arah, papan nama, dan silsilah keraton,\" kata Purwanto.

Related posts