Biaya Pembangunan Gedung DPD Dievaluasi

Total Anggaran Capai Rp830 M untuk 33 Propinsi

Biaya Pembangunan Gedung DPD Dievaluasi

Jakarta--Pimpinan DPR siap melakukan evaluasi anggaran DPD terkait pembangunan gedung DPD di daerah. Apalagi anggaran senilai Rp30 miliar/daerah setinggi 4 lantai dinilai terlalu mahal. "Kita siap membahas ulang, atau mengevaluasi anggaran pembangunan gedung DPD di daerah," kata Ketua DPR, Marzuki Alie kepada wartawan di Jakarta,24/6.

Berdasarkan data, total anggaran pembangunan gedung DPD di 33 propinsi mencapai Rp830 miliar. Jadi setiap propinsi mendapat Rp24,5 milar. Yang jelas usulan anggaran pembangunan itu dinilai terlalu tinggi dan berlebihan. “Standar harga itu Rp 3 juta. Jadi kalau sampai lantai 4 untuk delapan lantai, itu terlalu mahal Idealnya bisa Rp 3 juta/meter,” tambahnya.

Ditanya soal kemungkinan adanya mark up, Marzuki spontan menjawan nuansa mark up kemungkinan ada. “Lho, Jadi kalau harga Rp 10 juta, apalagi kalau enggak mark up,” jawabnya

Marzuki membandingkan rencana pembangunan gedung DPR RI setinggi 36 lantai, dimana harga Cuma Rp 6 juta/meternya. Sementara gedung perwakilan DPD setinggi 4 lantai, dapat didanai dengan anggaran yang jauh lebih kecil. “Setelah kita mendapat penjelasan harganya itu Rp10 juta lebih/meter 4 lantai, gila. Paling 3-4 juta, yang 36 lantai aja harganya Cuma Rp 6 juta/meter lho. Kan semakin atas semakin mahal,” lanjut Marzuki.

Dengan kondisi itu, Marzuki berjanji pihaknya akan segera melakukan rapat pimpinan untuk membahas hal tesebut. Rapat itu sendiri, kata Marzuki, kemungkinan akan membatalkan jumlah anggaran sebesar itu. “Karena disebut persetujuan DPR saya bicara di pimpinan kemarin, akan kita bicarakan kembali di rapat pimpinan. Karena dia nyalahkan pimpinan. Nyalahkan DPR. Seolah-olah DPR yang membengkakkan harga,” ujar Marzuki.

Dalam kesempatan itu Marzuki menampik adanya unsur balas dendam dalam pengawasan rencana pembanguna gedung tersebut. Kata Marzuki, pengawasan tersebut tidak lebih dari aspek saling mengontrol kinerja sesame lembaga tinggi negara. “Enggak, enggak lah, enggak ada balas dendam. Supaya check and balance antar lembaga negara saling mengontrol. Dia silahkan ngontrol DPR, dia kan selama ini ngontrol DPR. Nah kita ngontrol dia juga, sama kan. Tidak ada unsur balas dendam,” aku Marzuki.

Atas tuduhan tersebut, Pimpinan DPD RI, La Ode Ida mengatakan bahwa pihaknya belum tahu secara pasti berapa anggaran pembangunan gedung perwakilan tersebut. Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan itu sendiri sudah mendapat persetujuan sebelumnya. “Saya tidak belum tahu, saya kaget juga ketika pak Marzuki Alie mengatakan seperti itu. Kalau soal anggaran tidak bisa dimanipulasi,” kata La Ode Ida.

Terkait besaran pagu anggaran itu sendiri, La Ode mengatakan bahwa hal tersebut tidak lepas dari harga material bangunan pada masing-masing wilayah. Sebab, katanya, untuk melaksanakan pembangunan di wilayah Papua, harga yang dijadikan acuan haruslah harga lokal, tidak bisa menggunakan acuan wilayah lain seperti kota Jakarta. “Ada indeks harga dari setiap daerah. Yang kedua bahwa setiap daerah itu tidak sama satu sama lain. Di papua, manokwari dll beda dengan sulaewesi dan Jakarta. Perbedaan itu akan mempengaruhi harga,” kata La Ode Ida. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Kasus Korupsi Akibat Mahalnya Biaya Kampanye

Kasus Korupsi Akibat Mahalnya Biaya Kampanye NERACA Malang - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Malang Corruption Watch (MCW) menyatakan bahwa tingginya…

Manfaatkan Zakat untuk Pembangunan

      NERACA   Jakarta - Forum Zakat Dunia mengajak kepada semua negara anggotanya untuk mengadopsi zakat sebagai instrumen…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…