Jamsostek Gencarkan "Goes To Society" - Banyak Masyarakat Belum Paham Program Jaminan Tenaga Kerja

NERACA

Makassar - Direktur Pelayanan PT Jamsostek (Persero), Ahmad Riyadi mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang belum paham manfaat program Jamsostek. Salah satu terobosan yang dilakukan agar lebih dikenal masyarakat, Jamsostek membidik pusat bisnis, mal besar dengan melakukan kegiatan Jamsostek Goes To Society di 8 kota besar di Indonesia. \"Kegiatan ini kita lakukan di pusat bisnis, perbelanjaan,mal-mal besar, agar program ini mudah diakses masyarakat,\" ungkap Ahmad di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/6) pekan lalu.

Sekitar 2.000 pengunjung meramaikan lokasi termasuk diantaranya 500 keluarga peserta Jamsostek Serikat Pekerja,Apindo dan masyarakat luas. Program ini, katanya, diharapkan akan semakin menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta Jamsostek. Apalagi perusahaan BUMN ini akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, 1 Juli 2014 mendatang. Ahmad memaparkan, mendaftar menjadi peserta tidak sulit. Pekerja informal cukup mendatangi kantor cabang Jamsostek di wilayah masing-masing dan nanti akan dibantu petugas mengurus administrasi kepesertaan. Tak hanya itu, manfaat menjadi peserta juga sangat besar, seperti kemudahan mendapatkan uang muka perumahan, pengembangan dana Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai 2 digit dan manfaat tambahan lainnya. Sementara itu, menurut Kepala Kakanwil PT Jamsostek (Persero), Sulawesi, Herwin Mahendra, potensi kepesertaan di wilayah ini cukup besar. Bukan hanya sektor formal yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, jasa, perdagangan. Akan tetapi potensi peserta sektor informal melalui program Tenaga Kerja di Luar Hubungan Kerja (TKLHK) juga besar.

\"Hingga Mei 2013 kita menargetkan jumlah peserta mencapai 10.328 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai 329.800. Realisasinya mencapai 9.867 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai 270.000 orang,” terangnya. Dia mengaku optimis, target ini bisa dicapai, mengingat minat TKLHK ini menjadi peserta cukup tinggi. Mulai dari tukang ojek, tukang bakso, nelayan dan pekerja di toko-toko. \"Di Makasar ini juga banyak peserta doremi (semua diurus sendiri, pekerja, bosnya satu orang dirinya sendiri).\" Kegiatan Jamsostek \"Go to Society\", ini sendiri sudah berjalan di 8 kota besar antara Jakarta,Surabaya, Semarang, Balikpapan,Bandung, Medan,Palembang dan Makassar.[kam]

Related posts