APLN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 9,25%

Jumat, 24/05/2013

NERACA

Jakarta- Sejalan dengan pengembangan usaha dan proyek akusisi yang sedang gencar dilakukan perseroan, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun.

Obligasi tersebut ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai nominal obligasi dengan kisaran tingkat suku bunga hingga 9,25%. “Kupon kita tawarkan 8,25% sampai 9,25% di mana pembayaran bunga akan dibayarkan setiap tiga bulan selama lima tahun,” kata Wakil Direktur Utama II APLN, Indra Widjaya di Jakarta, Kamis (23/5).

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini, menurut dia, sebesar 42% akan digunakan untuk refinancing atas pinjaman sindikasi yang dimiliki perseroan. Adapun sisanya akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek akuisisi dan pengembangan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha perseroan. Beberapa proyek akuisisi tersebut antara lain berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Bali.

Dengan pengerjaan proyek-proyek tersebut, lanjut dia, perseroan optimistis dapat mencapai kenaikan pendapatan dan laba yang diatribusikan kepada entitas induk yang ditargetkan sekitar 10-12%. Sementara untuk pendapatan berulang ditargetkan tumbuh sebesar 20%. Disebutkan, hingga akhir tahun 2015, total obligasi yang akan ditawarkan perseroan yaitu sebesar Rp2,5 triliun.

Sementara itu, hingga kuartal pertama 2013 perseroan telah menggunakan dana belanja modalnya sebesar Rp1,7 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk proyek Green Bay Pluit, Jakarta Utara. “Capex sudah untuk Green Bay, Green Lake dan proyek pembangunan SOHO (Small Office home office) di Jakarta,” ucapnya.

Total anggaran belanja modal tahun ini, lanjut dia, yaitu sebesar Rp4,5 triliun yang bersumber dari pra sales, kas dan pinjaman bank. Selain digunakan untuk pengembangan Green Bay, dana belanja modal juga akan digunakan untuk pembangunan apartemen di Jakarta dan proyek di Balikpapan.

Adapun akuisisi yang baru-baru ini diselesaikan perseroan yaitu akuisisi yang dilakukan melalui PT Pesona Gerbang Karawang. Perseroan telah mengakuisisi lahan di Karawang seluas 5,5 hektar yang rencananya akan dikembangkan menjadi area mini superblok.

Akuisisi dilakukan atas 99,9% saham PT Tatar Kertabumi senilai Rp61 miliar. Selain itu, perseroan juga mengakuisisi 99,9% saham PT Astakona Megahtama untuk mengembangkan residential di atas lahan seluas 62 hektar di Karawang. Untuk mengakuisisi lahan tersebut, perseroan mengeluarkan dana senilai Rp107 miliar.

Dalam penerbitan obligasi ini, perseroan mendapatkan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT CIMB Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.Penerbitan obligasi ini dijamin dengan jaminan khusus berupa tanah dan bangunan sebesar 100% dari pokok obligasi berupa 18 bidang tanah yaitu kompleks Central Park. (lia)