Premi dan Laba Asuransi Astra Tumbuh Positif - Kuartal IV 2012

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Astra Buana (AAB) atau Asuransi Astra berhasil membukukan premi bruto sebesar Rp3,1 triliun atau tumbuh sekitar 14.1% di kuartal IV 2012, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,6 triliun. Sementara laba bersih, asuransi yang terkenal dengan produk Garda Oto ini, berhasil meraup sebesar Rp753,8 miliar ini tumbuh 6,1% dibanding kuartal IV 2011 sebesar Rp710,4 miliar. Direktur Asuransi Astra Buana, Hendry Yoga mengatakan, untuk bisnis komersial, premi bruto perseroan tumbuh 36,6% dibanding 2011. “Buat kita angka 14% itu sudah baik sekali, karena kondisi pasar tahun 2012 memang kurang baik. Hal ini sekaligus menunjukkan performa kurang baik lantaran adanya kenaikan klaim sebesar 19%, padahal premi bruto kita 14%,” kata Hendry Yoga di Jakarta, Rabu (22/5).

Pada segmen asuransi kesehatan, Astra Garda Medika berhasil tumbuh 27,6% dari kuartal IV 2011. Hendry mengungkapkan, pada segmen ini pihaknya akan terus meningkatkan sistem operasional dan profesionalisme dari pelayanan perseroan serta pelayanan tim dokter dan paramedis. Sementara segmen asuransi syariah, dia menambahkan, tahun lalu terjadi pertumbuhan yang sangat luar biasa di sektor tersebut. “Ini terjadi di hampir semua asuransi yang bisnis syariahnya tumbuh besar. Kami sendiri (bisnis asuransi syariah) tumbuh 120%,” ungkapnya.

Namun dia mengungkapkan, pada tahun ini, bisnis syariah tidak akan secemerlang di 2012 lantaran adanya penyeragaman peraturan antara syariah dan konvensional. Pendapatan syariah Asuransi Astra pada 2012 sekitar 8,7%, atau melonjak tajam dari 2011 yang hanya sekitar 4,7%. \"Mungkin di tahun 2013 akan kembali ke normal 4,7%. Mungkin akan banyak asuransi syariah yang akan kembali ke konvensional,” jelas Hendry.

Untuk strategi ke depan, Hendry mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan, dan pihaknya masih mengamati tanda-tanda di tahun 2012 lalu. Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini untuk kendaraan bermotor kondisinya sedang tidak bagus, sebagai dampak dari tahun lalu. Bahkan, Hendry memperkirakan kondisinya bisa stagnan atau flat atau lebih buruk dari tahun sebelumnya. Mengenai sektor batu bara, Hendry mengaku khawatir yang bisnisnya masih lesu sejak tengah tahun lalu. Namun, Hendry berharap tahun ini perolehannya sama dengan tahun 2012. Selain batu bara, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga akan berpengaruh walaupun tidak permanent.

“Pengaruh kenaikan BBM itu akan cepat hilang. Prediksi saya sekitar tiga bulan masyarakat akan bereaksi. Setelah itu, ya, pasar bisa menyerap kembali,” klaim dia. Guna meningkatkan pelayanan, Asuransi Astra meluncurkan program Double Protection Double Happy yang akan memberikan nilai tambah berlipat bagi pelanggan berupa double protection yang memberikan keamanan dan kenyamanan berlipat dalam melindungi mobil.

Program ini merupakan asuransi dengan perluasan berbagai pilihan. Misalnya, membeli Garda Oto satu tahun, maka bisa pilih satu perlindungan banjir. Namun, bila membeli dua tahun, maka bisa memilih banjir dan huru hara. “Ini akan membuat pelanggan menjadi semakin double happy. Kalau dengan premi biasa, ya, tidak berubah. Jadi, bukan cara kita dengan menaikkan premi, lalu kita kasih,” tukas Hendry. [sylke]

BERITA TERKAIT

Pasar Modal di Bali Diyakini Tumbuh Positif - Dampak Penyederhaan Kebijakan

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal dan industri keuangan nonbank di Bali dan Nusa Tenggara…

Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng - Minat Asuransi Meningkat

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pulihkan Penyaluran Kredit, BI Andalkan Makroprudensial

      NERACA   Jakarta - Pelonggaran kebijakan makroprudensial pada 2018 menjadi tumpuan untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan yang…

Luncurkan G-Pro, Asuransi Generali Gaet BTN

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BNI Siapkan Corporate Card untuk Kemenkeu

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan BNI Corporate Card yang…