PU Dorong Tenaga PBL di Timur Indonesia

NERACA

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya melatih 37 tenaga pelaksana bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) di wilayah timur Indonesia. Maksud dari Pembinaan teknis tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi, mulai dari tahap perencanaan, pemrograman, konstruksi, sampai dengan tahap pemanfaatan hasil konstruksi.

Direktur PBL Ditjen Cipta Karya Guratno Hartono mengatakan, dewasa ini jasa konstruksi merupakan bidang usaha yang banyak diminati oleh anggota masyarakat di berbagai tingkatan, sebagaimana terlihat dari makin besarnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi. “Peningkatan jumlah perusahaan ini ternyata belum diikuti dengan peningkatan kualifikasi dan kinerjanya,” kata Guratno di Denpasar, Senin (20/5).

Kualifikasi dan kinerja konstruksi yang belum sesuai harapan itu, lanjut Guratno, tercermin pada kenyataan bahwa mutu produk, ketepatan waktu pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia, modal, dan teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi belum sebagaimana yang diharapkan. Hal yang juga perlu ditingkatkan adalah kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, termasuk kepatuhan para pihak, yakni pengguna jasa dan penyedia jasa, dalam pemenuhan kewajibannya serta pemenuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan. Ini untuk dapat mewujudkan bangunan yang berkualitas dan mampu berfungsi sebagaimana yang direncanakan.

Di hari yang sama, Direktorat PBL juga menyelenggarakan Sosialisasi dan Workshop Pengelolaan Rumah Negara Golongan III yang diikuti 12 provinsi. Workshop ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara, peningkatan pemahaman, kesadaran, dan kemampuan petugas pelaksana pengelolaan Rumah Negara untuk meningkatkan kompetensi dalam menunjang layanan yang akan diberikan. “Kami ingin memastikan pengelolaan Rumah Negara Golongan III dilaksanakan dengan tertib, mempunyai kepastian hukum, transparan, efisien, profesional, dan akuntabel, serta mempunyai kepastian nilai,” jelas Guratno. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Walikota Dorong Melek Investasi Saham - Sejahterakan Masyarakat Bitung

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap perkembangan industri pasar modal dan juga meningkatkan literasi keungan dan investasi, Wali…

Indonesia-Palestina Kerja Sama Keamanan Obat

Indonesia-Palestina Kerja Sama Keamanan Obat NERACA Jakarta - Indonesia membantu Palestina untuk peningkatan kapasitas bidang pengawasan keamanan obat, sebagai bagian…

Indonesia Fokus Kembangkan Keuangan Syariah Sosial

    NERACA   Bali - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia mulai berfokus untuk tidak hanya mengembangkan industri keuangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Meski Rupiah Melemah, Subsidi BBM Tak Berubah

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dikisaran Rp15.200 yang mana nilai tersebut jauh…

KawanLama Pasarkan Brankas Sentry Safe

  NERACA   Jakarta – PT Kawan Lama Inovasi telah memasarkan produk brankas yaitu Sentry Safe di Indonesia. Produk brankas…

Taiwan Ajak Pembeli dari Indonesia - Gelar Pameran AMPA 2019

      NERACA   Jakarta – Pameran otomotif dan suku cadang asal Taiwan akan digelar pada 24-28 April 2019…