LKPP Targetkan Lelang via SPSE Rp250 Triliun - Tahun Ini

NERACA

Jakarta - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP) menargetkan nilai pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang terintegrasi dalam sistem SPSE (sistem pengadaan secara elektronik) versi 5 mencapai Rp250 triliun pada tahun ini. Kepala LKPP, Agus Rahardjo, menuturkan pada tahun lalu, pihaknya mencatat pengadaan tender yang dilakukan secara online mencapai Rp150 triliun dari target realisasi sebesar Rp400 triliun.

\"Maksimal Rp250 triliun dari potensi pengadaan barang dan jasa tahun ini sekitar Rp500 triliun. Untuk tahun 2012, nilai tersebut kita capai dari proses pengadaan barang/jasa yang wajib dilakukan secara online bagi daerah minimal 40% dan untuk pusat minimal 75%,” ujar Agus di Jakarta, Senin (20/5). Menurut dia, melalui tender online, pada 2012 terjadi penghematan hingga Rp15 triliun yang dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk peningkatan fasilitas pelayanan publik. “Jadi kalau penghematan semakin besar, nantinya masyarakat yang akan diuntungkan dalam bentuk peningkatan fasilitas publik,\" terang Agus.

Dia juga menambahkan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa secara online, bisa menekan terjadinya proses lelang yang sudah dikondisikan untuk dimenangkan oleh salah satu peserta lelang. Agus mengatakan, kasus-kasus dugaan pengaturan lelang agar dimenangkan pihak tertentu yang terjadi selama ini dikarenakan proses lelang dilakukan secara manual dan tidak menggunakan SPSE.

\"Nantinya untuk mengatur tender akan lebih sulit jadi persaingan lebih sehat. Kalau kasus-kasus yang terjadi selama ini kan tidak melalui SPSE,\" katanya. Dalam SPSE versi 5, menurut Agus, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam mengembangkan aplikasi SPSE. \"Dengan partisipasi langsung dari masyarakat, pengawasan dan pengendalian terhadap pengembangan sistem SPSE akan lebih ketat karena banyak orang akan memberikan masukan dan mengawasi secara bersama-sama,\" ungkapnya.

Selain meningkatkan pengawasan keamanan, menurut dia, kinerja sistem SPSE akan lebih kaya secara fitur karena akan banyak ide yang masuk sehingga dapat meningkatkan pelayanan publik. Menurut dia, pengadaan barang dan jasa pemerintah dilaksanakan dengan empat metode, yakni pengadaan langsung, penunjukkan langsung, swakelola dan lelang. Pada sistem sebelumnya, hanya proses lelang yang tercatat dalam database, sementara ketiga metode lainnya tidak tercatat dalam database. Tetapi, Agus memastikan dalam SPSE versi 5, seluruh metode tersebut akan terintegrasi. \"Di sistem 5 ini, semua pengadaan akan langsung tercatat, termasuk juga e-catalog akan terintegrasi,\" tukas Agus. [ardi]

BERITA TERKAIT

Penentuan Lokasi Ibukota Ditetapkan Presiden Tahun Ini

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, calon lokasi ibukota negara yang baru…

Raup Dana IPO Rp 50,03 Miliar - JAST Targetkan Pendapatan Tumbuh 50%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini…

Permintaan Iklan Meningkat - Surya Citra Media Targetkan Bisnis Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Berhasil menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif di kuartal pertama tahun ini, menjadi keyakinan bagi  PT Surya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementerian PUPR Sertifikasi Prajurit Zeni TNI AD - Dukung Percepatan Pembangunan

        NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya…

AXI Raih Penghargaan Printpack Indonesia Awards

    NERACA   Jakarta - PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), anak perusahaan PT Astra Graphia Tbk yang memfokuskan diri…

Penentuan Lokasi Ibukota Ditetapkan Presiden Tahun Ini

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, calon lokasi ibukota negara yang baru…