Pembangunan PLTU Batang Terlaksana di 2014

NERACA

Jakarta – Pemerintah memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1.000 megawatt (MW) Supercritical di Batang, Jawa Tengah tetap akan dilaksanakan pada 2014 mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (17/5) pekan lalu. “Berdasarkan hasil laporan dari tim terpadu yang dibentuk pada Januari 2013, tim telah mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dari pembangunan pembangkit 2 x 1.000 MW,” jelas Hatta. Dia mengatakan, dari hasil laporan yang melibatkan gubernur, bupati/walikota, dan seluruh stakeholdertermasuk Binasena Proyek Indonesia (BPI) disimpulkan bahwa persoalan tanah hanya sedikit sehingga groundbreaking tetap dilakukan pada 2014.

Maka dari itu, lanjut Hatta, financial closing akan tepat pada waktunya yaitu pada 6 Oktober 2013. Ini berarti PLTU Batang hanya memiliki sisa waktu kurang dari lima bulan untuk menyelesaikan seluruh persyaratan. “Tim terpadu dan BPI, kita minta untuk mengembangkan pembangkit listrik Batang bersama PLN melakukan pendekatan sosial budaya ke masyarakat melalui corporate social responsibility (CSR),” ujarnya. Namun begitu, terdapat beberapa hambatan yang masuk dalam data Kementerian Perekonomian dalam memenuhi persyaratan financial close, yakni pembebasan lahan. Total lahan yang telah dibebaskan adalah 186,2 hektar dari total 314,6 hektar atau masih kurang 59% lahan. Sisa lahan yang harus dibebaskan terdiri 81,4 hektar lahan yang harus dibeli dan 47 hektar right of way.

Dari total 31 hektar kebutuhan lahan untuk substation dan tapak tower, 27 hektar di antaranya merupakan lahan milik Dinas Perkebunan yang digunakan sebagai area budidaya bibit unggul hasil penelitian. Di situlah letak crossing dengan Dinas Perkebunan. Sementara crossing dengan jalan tol terletak di lokasi access road dan transmission line dari PLTU Batang yang beririsan dengan jalan tol Semarang-Batang. Karenanya masih dibutuhkan koordinasi dengan Bina Marga, BPJT, dan investor jalan tol PT Marga Setiapuritama. Dari 535 plots total aplikasi yangtelah dimasukkan oleh BPI, laporan pengukuran yang telah diterbitkan oleh BPN Batang baru 279 plots. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari BPN Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat proses penerbitan laporan pengukuran oleh BPN Batang.

Izin Jetty juga masih menunggu keluar dari Kementerian Perhubungan. Proses AMDAL masih sesuai jadwal. Persetujuan AMDAL ditargetkan akan diperoleh pada Minggu ke-3 Agustus 2013. Terakhir, Konfirmasi Lender. BPI belum memiliki daftar pasti dari pihak lender yang menyatakan persyaratan untuk financial close. Untuk diketahui, kapasitas terbangun PLTU Batang sebesar 2 x 1.000 megawatt dengan estimasi biaya investasi US$3 miliar. Proyek PLTU ini akan mampu memenuhi kebutuhan daya listrik untuk menutupi kebutuhan listrik Jawa-Bali yang tumbuh 8% dalam tiga tahun mendatang. [iqbal]

Related posts