Pasar Saham Dinilai Terbaik Ketiga di Asia - Faktor Return Tinggi

NERACA

Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) nilai transaksi harian serta kinerja emiten yang memuaskan, menjadi alasan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati bahwa kinerja pasar modal Indonesia dinilai terbaik ketiga di kawasan Asia setelah Jepang dan Filipina.

Kata Anny, pertumbuhan indeks BEI juga tergolong tinggi dari sisi return, “Kinerja pasar modal kita masih lebih baik dibandingkan Asean, Asia, Asia Pasifik, dan Eropa. Kalau kita lihat return IHSG nomor tiga setelah Jepang dan Filipina,”ungkapnya di Jakarta kemarin.

Dirinya mencatat, per-10 Mei 2013 pergerakan IHSG berkisar 18,28% dan diyakini, pergerakan tersebut akan terus naik. Kendatipun demikian, kata Anny, dirinya Meski yang juga bagian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor pergerakan tersebut untuk mencegah terjadinya bubble ekonomi, “Sejauh hasil monitoring kondisinya masih baik, jika ada yang naik itu juga karena kinerja perusahaannya sedang naik. Kita juga jaga agar jangan sampai tiba-tiba turun,\" ungkapnya.

IHSG bahkan sempat mencatatkan rekor di atas angka 5.100 beberapa waktu lalu. Secara umum, pihaknya memproyeksikan prospek pertumbuhan ekonomi 2013 masih baik tetapi tidak sebaik tahun lalu, “Tapi ingat bahwa 2014 jauh akan lebih baik meskipun akan ada Pemilu, tapi kita sudah dewasa untuk menghadapi hal itu,\" tuturnya.

Menurut dia, Pemilu menelan biaya besar sehingga justru mampu mengakselerasi ekonomi. Pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan bergerak di atas angka 6,2%, “Saya meyakini tahun ini ekonomi Indonesia akan masih tumbuh di atas 6 persen. Jadi bisnis masih mempunyai prospek yang baik,\"tandasnya.

Sementara ditempat terpisah, Ketua OJK, Muliaman D Hadad menyampaikan, dirinya optimis gairah pasar modal akan berjalan baik, meskipun jelang tahun politik.\"Saya melihat dengan akan ada tahun politik, rasanya tetap optimis, tapi waspada,\"tegasnya.

Rasa optimis, lanjut Muliaman, karena adanya Rancangan Undang - Undang (RUU) mengenai pasar modal. \"RUU pasar modal sedang disiapkan sebagai impilkasi berdirinya OJK,\" ucapnya.

Menurut Muliaman, tim yang merancang RUU tersebut, masih sama dengan masa ketika OJK belum lahir.\"Tidak ada perubahan tim yang berjalan terhadap RUU pasar modal, hanya lebih pendalaman saja,\" katanya.

Muliaman mengatakan,kenaikan IHSG 18,28% secara tahunan termasuk tinggi. Apalagi lapitalisasi saham bergerak cukup tinggi Rp4.200 triliun, lebih dari Malaysia dan Thailand. “Ini menjadi refleksi bagi kita. Mudah -mudahan ini bagian optimis dan kepercayaan diri,\" katanya.

Adapun OJK akan mengajak instansi perpajakan untuk mencermati pasar modal mana yang bisa dikenai pajak. \"Kita ingin lebih tingkatkan isu perpajakan diklarifikasi lebih banyak dan edukasi di pasar modal,\" jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

Honor 7A Resmi Masuk di Pasar Indonesia

Honor secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memboyong Honor 7A yang ditujukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…