Wamenperin "Provokasi" Sulteng Maksimalkan Rotan

Rabu, 15/05/2013

NERACA

Palu - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Alex Retraubun "memprovokasi" masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Palu, agar meningkatkan pengolahan dan pemanfaatan rotan, karena komoditas kehutanan unggulan daerah itu dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Sebagai penghasil rotan terbesar di Indonesia, Sulteng memiliki posisi kuta untuk menjadikan rotan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu saya “memprovokasi” masyarakat di sini, baik dunia usaha maupun pemerintah dan masyarakat agar lebih giat dan inovatif mengolah rotan," kata Alex di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (14/5).

"Provokasi" yang dimaksud Wamenperin adalah untuk mendorong dan memberi semangat kepada masyarakat Sulteng untuk mengolah rotan menjadi produk-produk mebel dan lain-lain yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Produk-produk rotan tersebut bisa diserap pasar dalam negeri maupun ekspor.

Pada peluncuran itu, Alex Retraubun, menyerahkan secara simbolis sepasang meja dan kursi belajar terbuat dari rotan kepada Wali Kota Palu Rusdy Mastura, sebagai bagian dari pemberian bantuan 400 meja dan 800 kursi belajar kepada 13 sekolah dasar (SD) di Palu.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengatakan bahwa sejumlah sekolah yang ada di Palu masih membutuhkan tambahan meja dan kursi yakni 2.400 meja dan 4.800 kursi, dan untuk itu gubernur meminta agar Kementerian Perindustrian bisa membantu pengadaannya.

Alex Retraubun menanggapi pernyataan gubernur itu dengan mengatakan akan membahasnya di Jakarta. Pada peluncuran itu Alex Retraubun menjelaskan bahwa dalam roadmap peningkatan pemanfaatan rotan telah dikeluarkan aturan yang melarang ekspor bahan baku rotan mulai 2011. "Dampaknya terjadi peningkatan nilai ekspor produk rotan dari US$151 juta pada 2011 menjadi US$202 juta di 2012. [ardi/ant]